Breaking News:

Israel

Pemerintahan Biden Kecam Israel atas Perluasan Permukiman Yahudi

Pemerintahan Presiden Joe Biden menilai tindakan itu merusak masa depan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Editor: DionDBPutra
ALEX WONG/GETTY IMAGES AMERIKA UTARA via AFP
Presiden AS Joe Biden. Amerika Serikat menentang keras rencana Israel memperluas permukiman Yahudi di Tepi Barat yang didudukinya. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat pada Selasa 26 Oktober 2021 menentang keras rencana Israel memperluas permukiman Yahudi di Tepi Barat yang didudukinya.

Pemerintahan Presiden Joe Biden menilai tindakan itu merusak masa depan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Baca juga: Tahanan Palestina di Israel Kayed al-Fasfous Sudah Mogok Makan Selama 67 Hari

Baca juga: Israel Deteksi Covid-19 Menggunakan Air Liur, Hasilnya Bisa Diketahui dalam 45 Menit

Kecaman itu merupakan kritik paling keras yang pernah dilontarkan pemerintah Presiden Joe Biden selama ini terhadap kebijakan Israel menyangkut permukiman.

"Kami sangat risau terhadap rencana pemerintah Israel untuk menambah ribuan unit permukiman besok, Rabu, yang banyak di antaranya berada di Tepi Barat," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price saat acara jumpa pers.

"Kami sangat menentang perluasan permukiman, yang betul-betul tidak sejalan dengan upaya untuk menurunkan ketegangan dan menjaga ketenangan, dan langkah itu merusak prospek penyelesaian dua-negara," kata Price.

Kedutaan Israel di Washington belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Israel pada Minggu 24 Oktober 2021 menerbitkan tender pembangunan 1.300 rumah baru di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Otoritas Israel juga diperkirakan akan membahas proposal mengenai pembangunan 3.000 rumah lainnya.

Washington terus menekankan pandangannya secara langsung mengenai masalah itu kepada para pejabat tinggi Israel, kata Price.

Perundingan perdamaian Israel-Palestina yang didukung AS buyar pada tahun 2014 yang lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved