Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Bangkitkan Kejayaan Tenun Gianyar, Pengusaha Dilatih Berbisnis Modern

Pelaksanaan pelatihan vocational bagi usaha mikro di sektor pariwisata khususnya tenun ikat, di Kabupaten Gianyar

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pelaksanaan pelatihan vocational bagi usaha mikro di sektor pariwisata khususnya tenun ikat, di Kabupaten Gianyar, Bali, selama tiga hari dari 28-30 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Industri kerajinan tenun ikat (endek) merupakan industri kerajinan potensial Kabupaten Gianyar, Bali yang pernah menjadi primadona di tahun 80an.

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Gianyar melalui Dekranasda Kabupaten untuk mebangkitkan kembali kejayaan tenun ikat di Gianyar. 

Dekranasda Gianyar juga secara aktif memberikan pelatihan-pelatihan, bantuan peralatan, hingga pemasaran produk kerajinan.

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesa.

Sehingga Kabupaten Gianyar menjadi tujuan pertama pelaksanaan pelatihan vocational bagi usaha mikro di sektor pariwisata khususnya tenun ikat.

Baca juga: Orangtua Siswa di Gianyar Harapkan PTM 100 Persen, Disdik Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dari 28-30 Oktober 2021, dengan materi pelatihan antara lain, di hari pertama tentang Pemberdayaan UMKM oleh Pemerintah Daerah, SUCCES STORY (UKM Ekspor Perhiasan Perak).

Struktur Desain Tenun Ikat, Desain Permukaan/Surface Design, Desain Aplikasi Produk Tenun Ikat, Kewirausahaan Tenun Ikat. 

Sementara di hari ke dua, diisi praktek Design/Motif Tenun Ikat Menggunakan Air Brush. Hari ke tiga, review dan evaluasi pelatihan.

“Kami ingin meningkatkan kapasitas dan kemampuan teman-teman usaha mikro di sektor pariwisata.

Lebih-lebih adalah sektor tenun ikat,” kata Asdep Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kemenkop UKM, Hariyanto.

Hariyanto menambahkan, dipilihnya Kabupaten Gianyar sebagai lokasi pelatihan karena merupakan salah satu sentra kerajinan tenun ikat di Bali.

Kegiatan ini merupakan langkah awal, untuk selanjutnya bergerak ke daerah lain di Bali. 

“Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta lebih memiliki inovasi pada situasi pandemi dan inovasi produk tenun ikat yang menjadi unggulan khususnya di Kabupaten Gianyar,” imbuh Hariyanto.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar, I Wayan Arsana mengatakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi Covid-19.

Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60% di masa pra pandemi.

Baca juga: Pedagang Pasar Gianyar Masih Dibebaskan Biaya Sewa Tempat Selama 6 bulan

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved