Berita Bali
DPP Persadha Nusantara: Kementerian Agama Milik Semua Agama di Indonesia
Kementerian Agama adalah milik semua agama di Indonesia dan agar tidak terjadi polemik di tengah masyarakat akibat dari sebuah pernyataan
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memperdebatkan dan saling menyalahkan, apalagi melakukan pembunuhan karakter pribadi yang mengarah justifikasi negatif, atas jabatan seseorang karena motivasi yang dilakukan di internal komunitasnya.
Merupakan bentuk ketidakdewasaan dalam berbangsa dan bernegara, serta kegagalan dalam merealisasikan nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
Hal itu ditegaskan Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Sanathana Dharma Nusantara atau DPP Persadha Nusantara.
Hal itu merespons perdebatan yang tidak berkesudahan terkait komentar Menteri Agama Yaqut Choli Qoumas, yang mengatakan Kementerian Agama hadiah untuk NU.
Baca juga: Meski Desak Meminta Maaf, Persadha Nusantara Minta Tetap Laporkan Atas Dugaan Penodaan Agama
Ketua Umum DPP Persadha Nusantara Gede Pasek Suardika mengatakan, setelah melihat dan mendengar langsung statemen Gus Menteri.
Menurutnya, itu hal yang biasa, karena tidak ada menghujat dan merugikan pribadi-pribadi atau kelompok masyarakat.
"Tidak ada memfitnah, tidak ada menjelek-jelekan orang lain atau kelompok tertentu.
Sehingga hanya buang-buang energi saja, dan merugikan masyarakat, bangsa dan negara apabila terus dilanjutkan," jelasnya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Sabtu 30 Oktober 2021.
Pasek juga menilai, apa yang disampaikan Gus Menteri, bisa dipahami sebagai sebuah motivasi internal kader-kader NU, motivasi di hari santri, agar para santri dan kader NU tambah semangat.
Serta menjadi benteng pertama menjaga NKRI dan keberagaman yang ada yang selama ini.
GPS panggilan akrab Pasek Suardika, melanjutkan dan menilai teks dan konteks pernyataan itu, berbeda dengan tafsir yang berkembang saat ini.
"Saya melihat beliau sosok yang mengayomi semuanya kok. Bahkan sering pasang badan kepada umat minoritas," kata GPS.
Persadha Nusantara, yang merupakan ormas pergerakan Hindu tingkat nasional, bagian dari bangsa dan negara ini, tidak melihat Gus Menteri hanya fokus ngurusi NU saja.
"Kami merasakan sekali Gus Menteri ini milik semua agama, milik semua masyarakat Indonesia, kiprahnya selama ini memimpin Kementerian Agama sangatlah demokrasi, sangat moderat, menghormati keberagaman yang ada.
Baca juga: Dinilai Lakukan Penistaan Agama, Persadha Nusantara Akan Laporkan Desak Made D ke Polda Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-umum-dpp-persadha-nusantara-gede-pasek-suardika.jpg)