Breaking News:

Berita Jembrana

Dua Pengurus LPD Desa Adat Tuwed Ditahan Kejari Jembrana Terkait Dugaan Kasus Korupsi

Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana, Triono Rahyudi menyatakan, bahwa pihaknya sudah menetapkan keduanya sebagai terdakwa. Karena status keduanya sudah

dok Triono Rahyudi.
Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana, Triono Rahyudi 

Untuk aset sendiri tidak kami temukan, jadi kami belum sampai pada TPPU, karena hasil korupsi itu belum diketahui untuk dijadikan aset. Pengakuan mereka memang untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Jembrana, I Gusti Ngurah Arya Surya Diatmika mengatakan, modus pertama ialah kedua terdakwa melakukan penggunaan dana kas.

Dimana dana kas dari LPD Tuwed itu menurut dua terdakwa tersisa sekitar Rp 1 Miliar lebih.

Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh ahli akuntan publik, yang tersisa hanya Rp 500 ribu di dalam kas.

Kemudian dikroscek kepada dua terdakwa menyatakan mengunakan dana tersebut.

Baca juga: Warga Protes terhadap Pabrik Pengolahan Serabut Kelapa di Banjar Munduk Pengambengan Jembrana

Kemudian dana iuran rekening listrik yang harusnya disetorkan, malah digunakan oleh dua terdakwa. Kemudian penggelapan tabungan.

Selanjutnya kasus pinjaman yang mengatasnamakan orang lain sebanyak 59 kali penarikan.

“Jadi ada beberapa modus yang dilakukan oleh dua terdakwa, saat bersama-sama menggunakan dana kas LPD secara tidak sah,” ungkapnya.

Arya merinci, untuk modus tersangka ini ialah menggunakan dana kas LPD dengan cara penarikan tabungan, menggelapkan dengan modus pengeluaran tabungan.

Contoh saat si A menarik Rp 10 juta, tapi dikeluarkan Rp 20 juta. Kemudian penarikan fiktif sebanyak 59 kali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved