Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Polresta Denpasar Masih Selidiki Kasus Pengeroyokan di Denpasar dan Kuta

Kasus pengeroyokan di Denpasar dan Kuta hingga kini masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian

Tayang:
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
tribun bali/dwisuputra
ilustrasi pengeroyokan. Kasus pengeroyokan di Denpasar dan Kuta hingga kini masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus pengeroyokan di Lumintang, Denpasar Utara, Kota Denpasar dan Kuta, Kabupaten Badung, Bali hingga kini masih diselidiki lebih lanjut, Selasa 2 November 2021.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan ditemui di lobi depan Mapolresta Denpasar, pihaknya masih terus mendalami dua kasus pengeroyokan tersebut.

"Kami masih terus menyelidiki (kasus pengeroyokan Kuta) dan memburu keberadaan pelaku yang belum terungkap (kasus pengeroyokan di Lumintang)," ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa 2 November 2021.

Kasus pengeroyokan di dua tempat berbeda itu, masing-masing terjadi di seberang Kantor PUPR Jalan Gatot Subroto VI J, Lumintang, Denpasar Utara, Kota Denpasar pada Senin 25 Oktober 2021 sore.

Baca juga: Kelabui Warga Ngaku Oknum Polisi, Pelaku Kasus Pengeroyokan di Denpasar Masih Buron

Serta kasus pengeroyokan dan penebasan di Jalan Raya Kuta seberang Banjar Temacun, Kuta, Kabupaten Badung, Bali pada Minggu 31 Oktober 2021 dini hari.

Dari kasus tersebut, kejadian di Lumintang masih ditangani Polsek Denpasar Selatan.

Dan kejadian di Kuta ditangani Polsek Kuta, namun hingga kini kasus itu masih belum tuntas.

Bahkan untuk membantu penyelidikan lebih lanjut, Kapolresta Denpasar juga mengerahkan tim untuk membantu pencarian.

Satu pelaku pengeroyokan di Lumintang, Kota Denpasar, yakni Herman Gani alias Imam (32), masih dicari keberadaannya.

Sedangkan pelaku pengeroyokan di Kuta masih mengumpulkan informasi terkait para pelaku.

"Kasus itu (pengeroyokan di Denpasar) masih ditangani, karena yang satu masih buron.

Satu lagi (pengeroyokan di Kuta) masih mendalami terlebih dahulu hasil rekaman CCTV yang menangkap gambar di TKP," tambahnya.

Mengenai pelaku Imam, diketahui ia sempat membuat warga heran karena  mengaku sebagai anggota buser Polda Bali.

Untuk kasus pengeroyokan di Kuta, ada informasi para pelaku berasal dari luar Bali.

Baca juga: Pengendara Motor di Kuta Bali Dikeroyok dan Ditebas Gerombolan Orang Mabuk

"Iya ada informasi begitu, tapi kami masih selidiki dulu dan mencari kebenarannya," lanjut Jansen.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menyebut kasus di Lumintang, Kota Denpasar sempat membuat bingung.

Pasalnya, pelaku Andi Masait alias Asep (42) dan korban I Made Pande Windu Merta (28) sama-sama mengaku menjadi korban, namun dalam kasus yang berbeda.

Dalam keterangannya, Asep mengaku mobil Toyota Yaris yang dibawa korban telah dijual dengan mengganti plat nomor yang berbeda.

Sedangkan korban sendiri kekeh membantah hal itu, bahkan ia mengatakan tidak mengetahui hal tersebut dan antara dia dan pelaku tidak saling mengenal.

"Ya, ini kekeh diakui pelaku, tapi sampai sekarang korban membantahnya.

Namun, korban sempat menolak melapor dan minta damai.

Ini coba kami dalami, apakah ada dugaan saling kenal dan berbisnis sebelumnya," ungkap Jansen.

Sementara itu, mengenai kasus pengeroyokan dan penebasan di Kuta, Jansen sudah memeriksa beberapa saksi yang dimintai keterangan di Polsek Kuta.

"Sudah ada 5 orang yang kami periksa," kata Jansen. Namun untuk kelompok pengeroyokan, ia menduga ada lebih dari enam orang.

Baca juga: Babak Baru Kasus Pengeroyokan di Denpasar, Korban Lapor Polisi, 2 Pelaku Ditangkap, 1 Masih Diburu

Mengingat saat kejadian, diinformasikan ada enam yang datang menghampiri korban dengan mengendarai sepeda motor.

Ada dugaan para pelaku saat itu dalam kondisi mabuk sampai nekat melakukan aksi kekerasan ke korban dan temannya, hingga viral di media sosial.

Jansen menyebut, pelaku pengeroyokan merupakan orang lokal, meskipun warga ada yang menyebut pelaku pengeroyokan orang luar Bali.

"Kami perkiraan pelaku lebih dari tujuh orang. Korban sendiri sudah membaik.

Ia menderita luka di kepala belakang dan menerima dua jahitan," pungkas Jansen.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved