Kecelakaan Pesawat

Pesawat Kargo Belarus Jatuh di Siberia, Semua Penumpang Tewas

Menurut pejabat setempat, kecelakaan itu terjadi setelah pesawat menghilang dari radar di luar Kota Irkutsk.

Editor: DionDBPutra
AFP/DENIS LOGONYI
Puing-puing pesawat terbakar di lokasi kecelakaan di Gondokoro, dekat Juba di Sudan Selatan pada 2 November 2021. Lima orang tewas dalam kecelakaan ini. 

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW - Sebuah pesawat kargo milik Belarus mendarat keras di Siberia dan kemudian terbakar hingga menewaskan seluruh sembilan orang di dalamnya.

Menurut pejabat setempat, kecelakaan itu terjadi setelah pesawat menghilang dari radar di luar Kota Irkutsk.

Badan penerbangan federal Rusia, Rosaviatsiya, mengatakan pesawat jenis Antonov An-12 dan yang dimiliki perusahaan Belarus Grodno itu, berputar-putar saat mendarat dan komunikasi langsung terputus.

Baca juga: Pesawat Rusia Terbakar Setelah Mendarat Darurat di Siberia

Baca juga: VIDEO Lokasi Pesawat Jatuh dan Hantam Gedung, Semua Penumpang Tewas

"Satu-satunya yang kami bisa lihat, malangnya, adalah bahwa semua orang meninggal," kata Igor Kobzev, gubernur wilayah Irkutsk.

Tayangan video dari lokasi kejadian memperlihatkan para penyelamat sedang bergulat memadamkan api, diterangi dengan obor di tengah kondisi yang gelap dan bersalju.

Kantor Komite Investigasi Rusia di wilayah itu mengatakan pihaknya sudah mulai menyelidiki kemungkinan keberadaan unsur kejahatan terkait pelanggaran aturan keselamatan transportasi.

Pihak berwenang Belarus mengatakan pesawat kargo itu diterbangkan oleh seorang awak berpengalaman di antara tiga warga negara Belarus, dua Rusia, serta dua Ukraina dan tidak membawa muatan apa pun.

Kejaksaan Rusia kemudian mengatakan bahwa selain kelima orang itu, pesawat tersebut ternyata membawa dua penumpang lagi.

Kecelakaan pesawat merupakan peristiwa yang tidak jarang terjadi di kawasan bekas Uni Soviet itu, terutama pada pesawat-pesawat tua yang terbang di wilayah-wilayah yang jauh.

Pesawat kargo jatuh di Sudan

Sebelumnya, pesawat kargo kecil jatuh pada Selasa 2 November 2021, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Juba di Sudan Selatan, menurut pihak bandara.

Peristiwa itu menelan lima korban jiwa.

Otoritas mulai menyelidiki insiden yang melibatkan pesawat Antonov-26, yang dioperasikan oleh perusahaan setempat Optimum Aviation, kata dirjen bandara Kur Koul.

Semua korban adalah kru anggota pesawat yang mengangkut drum bahan bakar ke daerah Maban di Negara Bagian Nil Hulu.

Sudan Selatan, yang mengalami konflik yang melemahkan negara itu selama sepuluh tahun terakhir, minim infrastruktur transportasi darat yang bisa diandalkan sehingga memaksa sejumlah kargo diangkut melalui jalur udara. (antara)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved