Bali

BPS Bali Catat 714 Ribu Penduduk Usia Kerja Terdampak Covid-19 di Bali,Terbanyak di Perkotaan

Pandemi Covid-19 yang belum usai membuat sebagian besar penduduk terdampak.

Istimewa
Pengangguran Terdidik 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pandemi Covid-19 yang belum usai membuat sebagian besar penduduk terdampak.

Salah satunya pada penduduk yang sedang dalam atau akan memasuki usia kerja.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mengeluarkan rilis terkait penduduk usia kerja yang terdampak pandemi Covid-19 di Bali.

Dari data yang telah dikumpulkan terdapat 714,21 ribu orang atau sekitar 20,35 persen penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 di Provinsi Bali.

Dengan rincian terdiri dari pengangguran karena Covid-19 atau sekitar 48,89 ribu orang,

Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 sejumlah 33,41 ribu orang, sementara tidak bekerja karena Covid-19 sekitar 38,15 ribu orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 593,75 ribu orang.

Baca juga: Jembatan Putus di Banjar Nusarama Jembrana, Ratusan KK Terisolir

Data ini diungkapkan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya, dalam siaran langsung di kanal Youtube resmi BPS Provinsi Bali.

"Penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 pada Agustus 2021 sebanyak 714,21 ribu orang, mengalami penurunan sebanyak 138,93 ribu orang atau sebesar 8,41 persen dibandingkan dengan Agustus 2020. Namun, jika dibandingkan Februari 2021, penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 meningkat 67,97 ribu orang atau sekitar 12,93 persen," ungkapnya pada, Jumat (5 November 2021).

Sementara itu, penerapan PPKM di Provinsi Bali pada Juli 2021 tidak berdampak pada kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), namun berdampak pada peningkatan penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19.

Penurunan terbesar pada komponen penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19.

"Jika dilihat dari daerah tempat tinggal, penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 pada Agustus 2021 terdiri dari penduduk perkotaan sebanyak 564,93 ribu orang dan penduduk perdesaan sebanyak 149,28 ribu orang," tambahnya.

Baca juga: Ketua KPK Menjamin Usut Kasus Dugaan Binis Tes PCR, Firli: KPK Tidak Akan Pandang Bulu

Pada semua komponen dampak Covid-19, persentase penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 di perkotaan jauh lebih besar dibandingkan dengan di perdesaan.

Pada komponen bukan angkatan kerja karena Covid-19, kontribusi penduduk perkotaan yang terdampak mencapai 84,54 persen atau hampir lima kali lipat dibanding penduduk perdesaan.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 tercatat sebanyak 2,58 juta orang, meningkat 12,60 ribu orang dibandingkan Agustus 2020. Namun pada periode yang sama, TPAK mengalami penurunan sebesar 0,78 persen poin menjadi 73,54 persen pada Agustus 2021.

“TPT Agustus 2021 sebesar 5,37 persen, menurun 0,25 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020. Namun TPT tersebut masih cukup tinggi jika dibandingkan TPT Bali sebelum pandemi Covid-19 pada Februari 2020 yang tercatat sebesar 1,25 persen,” sebutnya.

Pada Agustus 2021, kata dia, jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 2,44 juta orang, meningkat 18,44 ribu orang dibandingkan kondisi Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (0,90 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (-0,61 persen poin).

Sebanyak 139,42 ribu orang (57,10 persen) bekerja pada kegiatan informal, meningkat 0,40 persen poin dibanding Agustus 2020. “Dibandingkan dengan Agustus 2020, persentase setengah penganggur turun sebesar 0,09 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 5,42 persen poin,” tutupnya. (*)

Berita Bali Lainnya

  • Berita Terkait :#Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved