Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Meski Baru Beredar Empat Bulan Lalu, Air Mineral Be Gianyar Laris di Pasaran

Air minum dalam kemasan produksi Pemerintah Kabupaten Gianyar di bawah Perumda Tirta Sanjiwani atau dulu disebut PDAM Gianyar, kini telah beredar

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: M. Firdian Sani
Istimewa
Be Gianyar Mineral Water air minum produk Pemkab Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Air minum dalam kemasan produksi Pemerintah Kabupaten Gianyar di bawah Perumda Tirta Sanjiwani atau dulu disebut PDAM Gianyar, kini telah beredar secara luas di pasaran.

Meskipun demikian, Be Mineral masih fokus dipasarkan di Kabupaten Gianyar saja. 

Direktur Perusda Mandara Giri, Ni Ketut Dewi Mahitri, Jumat 5 November 2021 mengatakan, perusahaan daerah yang dipimpinnya, masih menjadi distributor utama Be Gianyar.

Dalam hal ini, pihaknya masih fokus pemasaran di kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah dan kantor swasta. 

"Di OPD sudah hampir 100persen, pemasaran di swasta baru sebagian dan kini menyasar ke sekolah dan lembaga pendidikan," jelas Mahitri. 

Pura Saraswati Ubud Gianyar, Tawarkan Pemandangan Kolam Teratai Sekaligus Berwisata Sejarah

Dikatakannya, ada empat distributor utama untuk pemasaran air kemasan Be Gianyar.

Seperti untuk distributor warung di pedesaan, dilakukan oleh BUMDes. 

"Kita tidak bisa masuk ke wilayah pemasaran distribusi lain, fokus kami di OPD, perkantoran, swasta, sekolah termasuk hotel dan restoran," ujarnya.

Pihaknya juga bersyukur bahwa Be Gianyar diminati di restoran di Kabupaten Gianyar.

Namun untuk hotel, masih belum diminati lantaran kemasannya masih botol plastik.

Dimana, biasanya hotel menggunakan botol gelas. 

"Kalau restoran sudah masuk beberapa, namun hotel belum bisa masuk, karena kemasan mesti botol kaca," ungkapnya. 

Vaksinasi di Payangan Gianyar, Tim Vaksinator Keliling sampai ke Sawah

Dirut Perumda Tirta Sanjiwani, Made Sastra Kencana mengatakan, saat ini pihaknya masih belum memproduksi kemasan botol.

Hal tersebut dikarenakan pihaknya masih menghitung kebutuhan riil pasar kemasan botol.

Sebab pabrik air minumnya di Kecamatan Payangan, dalam satu kali produksi menghasilkan 8.000 botol per jam.

Biaya produksi kemasan botol ini pun relatif besar.

Karena itu, pihaknya harus mengetahui data riil kebutuhan kemasan botol ini. 

"Sudah ada penawaran yang masuk, nanti akan dihitung berapa total penawaran, sehingga bisa menentukan jumlah produksi," ujarnya. 

Berdasarkan catatan Tribun Bali, mesin-mesin di pabrik yang berdiri di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali ini terdiri dari tujuh unit, di antaranya, mesin galon yang dapat menghasilkan 270-300 galon per jam.

Vaksinasi di Payangan Gianyar, Tim Vaksinator Keliling sampai ke Sawah

Mesin cup 240 mililiter (ml) yang dapat menghasilkan 160 dus per jam, mesin botol 330 ml yang menghasilkan 10 ribu - 12 ribu botol per jam.

Mesin botol 600 ml yang dapat menghasilkan 8.000 botol per jam. Mesin botol 1500 ml yang menghadilkan 4000-5000 botol per jam.

Mesin botol beling 500 ml yang dapat menghasilkan 4500-5000 botol per jam.

Terakhir adalah mesin blowing atau mesin pembuat botol dari bahan baki freepom yang dapat menghasilkan 3600 sampai 4000 botol per jam. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved