Berita Badung
Atur Waktu Tanam agar Untung saat Panen, Kiat Petani Bunga Pacar Dulang Keuntungan di Bali
Hari raya Galungan yang jatuh pada 10 November 2021 mendatang biasanya sangat dinanti-nanti oleh para petani bunga.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Hari raya Galungan yang jatuh pada 10 November 2021 mendatang biasanya sangat dinanti-nanti oleh para petani bunga.
Pasalnya, pada hari raya harga bunga merangkak naik, sehingga menjadi kesempatan untuk meraih keuntungan.
Uniknya, agar tanaman bunganya bisa panen pada masa hari raya, mereka pun mengatur waktu dan pola tanam.
Itu seperti halnya yang dilakukan oleh petani bunga pacar di Desa Sibang, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali.
Baca juga: Petani Bunga Pacar di Desa Sibang Gede, Badung Sengaja Atur Pola Tanam agar Panen Saat Galungan
Salah satu petani bunga pacar di sana, Made Adnyana, saat ditemui Tribun Bali mengaku bahwa harga bunga pacar merangkak naik saat hari raya Galungan dan Kuningan.
Bahkan agar bisa selalu panen saat hari raya, menurut petani asal Sibang Gede ini, sebagian besar petani menyesuaikan waktu tanam bunga.
"Waktu tanam yang diatur agar kita bisa panen saat hari raya. Kalau tidak ada hari raya, harga bunga pacar murah," katanya.
Adnyana mengungkapkan, cara mengatur pola tanam yang dimaksud ialah dengan menghitung hari raya yang akan tiba, umumnya hari raya Galungan, dan kemudian disesuaikan dengan masa tanam bunga.
"Misalnya hari raya Galungan akan datang dua bulan lagi, maka kita dari sekarang sudah mulai mencari bibit hingga proses penanaman. Sehingga dalam kurun waktu 2 bulan, pohon bunga pacar air sudah siap dipanen. Bahkan kita bisa memanennya sampai hari raya Kuningan," ungkapnya.
Ia menambahkan, umur bunga pacar air maksimal 2 bulan terhitung setelah dari awal dipanen.
Hanya saja, menurut dia, lebih bagus jika bunga pacar bisa dipanen setiap hari.
"Bagusnya kan setiap hari bisa dipanen. Jadi, setiap hari bisa menjual bunga untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Selain bungan pacar air, beberapa petani di Desa Sibang Gede juga menanam bunga jenis lainnya seperti bunga teratai atau yang lebih dikenal dengan tunjung, termasuk juga bunga gemitir.
"Memang bunga pacar di sini (Sibang) lebih dikenal di Bali. Hal itu karena bunganya masih utuh saat dijual dan besar-besar," jelas Adnyana sembari mengatakan mungkin perawatan dan kesuburan tanah berpengaruh.
Disinggung mengenai bibit bunga yang didapat oleh para petani, Adnyana mengaku hanya mencari dari pohon sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/made-adnyana-saat-memetik-bunga-pacar.jpg)