Berita Bangli
Harga Babi Jelang Galungan Anjlok, GUPBI Bangli Prediksi Terjadi Sampai Kuningan
Harga babi jelang hari raya Galungan justru anjlok. Turunnya harga saat ini diduga karena pengaruh daya beli masyarakat.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harga babi jelang hari raya Galungan justru anjlok.
Turunnya harga saat ini diduga karena pengaruh daya beli masyarakat.
Meski demikian, populasi babi masih mencukupi untuk kebutuhan.
Ketua Gabungan Pengusaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bangli, Sang Putu Adil mengatakan, perbandingan harga babi pada hari raya Galungan sebelumnya cukup jauh.
Baca juga: Harga Babi di Bangli Jelang Galungan Justru Anjlok, Diprediksi karena Daya Beli Masyarakat Menurun
Galungan enam bulan lalu, harga babi mencapai Rp 50 ribu per kilo.
Sekarang hanya berkisar Rp 39 ribu hingga Rp 40 ribu per kilo.
"Harga tersebut juga sudah sempat turun. Karena sebulan lalu, harganya masih berkisar antara Rp 43 ribu hingga Rp 45 ribu per kilo," ujar peternak asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku ini, Minggu 7 November 2021.
Adil mengatakan, peternak tidak bisa menetapkan batas harga tertentu.
Kata dia, harganya ditentukan oleh pasar.
Ia menambahkan, harga Rp 39 hingga 40 ribu per kilo ini, diperkirakan akan bertahan hingga hari raya Kuningan.
Selanjutnya akan meningkat tipis, berkisar Rp 42 ribu hingga Rp 43 ribu per kilo.
"Walau harganya anjlok, harapan kami lebih banyak babi yang mampu diserap. Sehingga pada hari raya ini, saudara-saudara kami bisa ikut menikmati daging babi. Kalau kemarin harganya Rp 50 ribu perkilo, masyarakat hanya mampu beli dua ekor, sekarang dengan penurunan harga bisa beli tiga ekor," jelasnya.
Sang Putu Adil mengatakan, dengan harga ini, para peternak hanya untung tipis.
Sebab harga bahan baku pakan saat ini mengalami peningkatan cukup tinggi.
Terutama jagung, Adil mengatakan, dalam dua bulan terakhir meroket dari semula Rp 4.000 hingga Rp 4.500 per kilo, menjadi Rp 6.000 per kilo.
Baca juga: Mertayasa Pilih Mebat Daging Ayam Karena Harga Babi Mahal,Beberapa Warga Klungkung Tak Ikut Mepatung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-babi-warga-di-kandang.jpg)