Breaking News:

Berita Bali

Koster Minta 15 Calon Dubes RI Jadi Duta Promosi Pariwisata Bali di Negara Sahabat

Sebanyak 15 calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat mengunjungi Bali, Kamis 11 November 2021 siang. 

Penulis: Ragil Armando | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ragil Armando
Gubernur Bali, Wayan Koster usai menerima kunjungan 15 calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Kamis 11 November 2021 siang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 15 calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat mengunjungi Bali, Kamis 11 November 2021 siang. 

Mereka diterima langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar. 

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster meminta para calon dubes sebagai duta Indonesia untuk ikut serta mempromosikan pariwisata Bali ke negara-negara sahabat. 

Menurut Koster langkah ini sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dalam pemulihan pariwisata Bali yang terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19 selama 1,5 belakangan ini. 

"Jadi kami memohon kepada yang mulia duta besar, ketika sudah bertugas ikut menjadi bagian untuk mempromosikan Bali, mempromosikan upaya recovery pariwisata Bali, dan recovery perekonomian Bali," paparnya. 

Baca juga: Senada dengan Parta, Koster Minta Pemerintah Pusat Cabut Kebijakan Karantina 3 Hari Wisman ke Bali

Baca juga: Gubernur Koster Paparkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali, Calon Dubes Tunisia Nyatakan Hal Ini

Ketua DPD PDIP Bali ini juga mengatakan upaya pemulihan ekonomi Bali ini diharapkan menjadi salah satu bagian dari kebangkitan ekonomi Indonesia. 

"Semua ini saya kira juga menjadi kepentingan pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden Joko Widodo, di mana kita harapkan recovery pariwisata Bali, recovery ekonomi Bali menjadi arus untuk pemulihan ekonomi Indonesia. Saya kira itu, hal pertama yang saya sampaikan," kata Koster.

Tidak hanya itu, di dalam pertemuan tersebut, Koster juga menjelaskan terkait upaya penanganan pandemi Covid-19 di Bali. 

Menurutnya, pihaknya sudah berupaya keras dalam menanggulangi pandemi Covid-19. 

Salah satunya adalah pelaksanaan vaksinasi yang cukup tinggi. 

Hal ini membuat Bali sudah kondusif, aman, nyaman untuk dikunjungi.

Sementara, pihaknya juga memaparkan kepada para Dubes terkait pembangunan Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, atau menuju Bali Era Baru.

"Kita telah melakukan berbagai kebijakan untuk menata alam, manusia, dan kebudayaan Bali secara fundamental dan komprehensif, pembangunan yang harmoni terhadap alam, dengan menjaga ekosistem agar bersih," paparnya. 

Menurut Koster, dengan visi tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi kunjungan wisatawan, khususnya mancanegara. 

Baca juga: Peringatan Hari Pahlawan 10 November di Bali, Gubernur Koster Jadi Inspektur Upacara

Baca juga: Dampingi Putri Koster Bagi Sembako, Rai Wahyuni Minta Kader PKK Tabanan Dukung Program Pemprov Bali

"Sehingga ini, akan menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Itu yang kami sampaikan, supaya ini juga menjadi subtansi promosi ke negara di luar," ujar Koster.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Muhsin Syihab menyebutkan bahwa kunjungan para calon Dubes ini merupakan bagian dari program lintas Nusantara, untuk menggali potensi daerah untuk dipromosikan ke luar negeri.

Ia menyebutkan bahwa Bali sengaja dipilih menjadi salah satu daerah kunjungan dikarenakan menjadi salah satu upaya dari recovery ekonomi pasca pandemi. 

"Kali ini Bali, dipilih sebagai fokus lintas Nusantara berhubungan dengan recovery Bali pascapandemi, dari kebijakan-kebijakan pencegahan Covid-19 yang sangat baik, positifity rate yang sudah turun, tingkat vaksinasi yang sangat meluas," paparnya. 

Sehingga melalui promosi besar-besaran di luar negeri diharapkan akan mendatangkan wisawatan ke Bali yang menarik akan menjadi pintu masuk dari pemulihan ekonomi Indonesia secara umum. 

"Ini perlu kami promosikan di luar negeri agar wisata Bali kembali tumbuh dan akhirnya juga menjadi pintu masuk dari pemulihan ekonomi Indonesia secara umum," kata Syihab. (gil) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved