Berita Politik

Dua Anggota Dewan PDIP dari Bali Ikuti Pendidikan Politik Partai di Jakarta

Seperti yang dilakukan oleh PDIP. Partai pemenang Pemilu 2019 tersebut melakukan penggemblengan terhadap para kadernya secara nasional

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
ilustrasi. Sejumlah Ketua DPD PDIP yang sedang mengikuti Rapat Koordinasi Pra Rapat Kerja Nasional (Rakor Prakernas) di Gedung Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sejak Sabtu (30/10/2021) hingga Minggu (31/10/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk meningkatkan kualitas para kader, partai politik memiliki peran penting terkait hal itu. Salah satunya dengan memberikan pendidikan politik.

Seperti yang dilakukan oleh PDIP. Partai pemenang Pemilu 2019 tersebut melakukan penggemblengan terhadap para kadernya secara nasional.

Dimana, setiap daerah akan mengirimkan beberapa kadernya untuk diberikan pendidikan.

Dari Bali ada dua kader PDIP yang mendapat jatah untuk mengikuti pendidikan, yakni I Made Rai Warsa yang merupakan anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali dan I Made Ponda Wirawan  merupakan anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Badung.

Baca juga: Sekjen PDIP Imbau Relawan Jangan Bawa Kontestasi Terlalu Dini, Lebih Baik Dukung Kerja Jokowi-Maruf

Pendidikan kader nasional PDIP ini merupakan Angkatan I di tahun 2021 yang digelar secara hybrid.

Yaitu ada yang dilakukan secara daring dan ada juga yang dilakukan secara tatap muka langsung ke DPP PDIP

“Pendidikan kader nasional ini dilakukan secara hybrid.

Kalau daring-nya melalui zoom pada Senin 15 sampai Selasa 16 November di kantor DPD PDIP Provinsi Bali.

Sedangkan secara tatap muka pada Jumat 19 sampai Minggu 21 November di Sekolah Partai DPP PDIP di Jakarta Selatan,” kata Rai Warsa, Minggu 14 November 2021.

Menurutnya, tugas yang diberikan oleh partai untuk mengikuti pendidikan tersebut adalah tanggung jawab baginya.

Mengingat, materi yang akan diberikan nantinya harus bisa diimplementasikan dengan baik dalam mengawal aspirasi rakyat.

Yang jelas, dirinya mengaku sebagai kader sangat siap diberikan pembinaan dan pendidikan untuk bekalnya dalam berpartai maupun penyambung lidah masyarakat.

“Tentu ini tugas dari partai memang harus saya jalankan

Kalau ditanya mengapa saya dipilih itu kurang etis saya jawab.

Baca juga: PDIP Siapkan Konsolidasi Pra-Pilpres, Para Ketua DPD Yakin Siapapun Capresnya akan Jadi Pemenang

Karena hal tersebut merupakan keputusan dari DPD PDIP untuk mengirimkan pesertanya ke sekolah partai DPP PDIP,” pungkasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Politik

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved