Breaking News:

Berita Badung

Sejumlah Pantai di Badung Mulai Dikepung Sampah Kiriman

Pihaknya mengatakan beberapa sampah pantai saat ini kebanyakan masih menepi di pesisir timur kabupaten Badung, Tanjung Benoa dan Nusa Dua.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Beberapa sampah kiriman mulai muncul dan dibersihkan petugas DLHK Badung pada Minggu 14 November 2021 

Disinggung mengenai sampah kiriman angin barat, pihaknya mengatakan masih kategori aman.

Kendati demikian sudah terlihat di beberapa pantai di Badung dengan jumlah yang tidak banyak. Kendati demikian untuk sampah angin timur sudah mulai berkurang dan diperkirakan mencapai 2 ton lebih.

“Untuk sampah di Badung selatan biasanya langsung dibersihkan oleh tenaga kebersihan stake holder di depan kawasan pantai. Namun mungkin karena kurang maskimal, sehingga kita yang diminta mengevakuasi untuk melakukan pembersihannya,” terangnya birokrat asal Klungkung itu.

Diakuinya, hingga saat ini sampah kiriman di pantai timur masih terus menepi.

Baca juga: Diketahui Pertama oleh Pecalang, Polisi Singgung Penyebab Kebakaran Restoran Karma Kandara Badung

Namun intensitas sampah kiriman itu mulai berkurang beberapa hari terakhir, namun beberapa kali masih menunjukan peningkatan.

 Adapun wilayah yang paling intensi terdampak sampah kiriman itu yaitu di wilayah Pantai Tanjung Benoa. Sedangkan di Nusa Dua hampir mirip, namun tidak sebanyak di Tanjung Benoa.

“Sampah kiriman angin timur, bisanya mulai menepi pada bulan Agustus dan menghilang saat musim angin barat yakni pada bulan September. Namun tahun ini sampah kiriman itu mulai muncul sejak bulan April, dan masih berlangsung hingga saat ini,” bebernya.

Disinggung mengenai sampah angin barat, pihaknya mengaku sudah mulai muncul pada Minggu kemarin.

Namun persebarannya masih tipis dan belum dikumpulkan, karena penanganan masih terfokus di pantai timur.

“Untuk sampah kiriman ini, sudah menjadi rutinitas kami dengan jenis sampah plastik dan batang pohon. Jadi kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan tenaganya. Bahwa untuk evakuasi sampah kiriman dilaksanakan menggunakan 3 alat berat, dengan 20 personel URC, dibackup 41 armada truk dan 300an tenaga tukang sapu,” tegas Gung Dalem. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved