Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Bisa Memperparah Gejala Hiperaktif, Inilah 7 Makanan yang Harus Dihindari bagi Anak ADHD

Kondisi ADHD bisa mempengaruhi kehidupan sosial dan prestasi akademik anak. Beberapa makanan dan minuman bisa memperburuk gejala hiperaktif.

Penulis: Priscilla Nivili | Editor: Priscilla Nivili
Pexels/cottonbro
Ilustrasi - Permen bisa memicu perilaku hiperaktif pada anak. Hindari 7 makanan ini, yang memperparah gejala ADHD pada anak. 

TRIBUN-BALI.COM – Hai, Tribunners! Anak aktif dan cerdas memang menyenangkan untuk dilihat, terlebih lagi bagi orangtuanya.

Namun berbeda jika anak hiperaktif, bukan hanya kedua orang tua, mungkin orang lain di sekitar bisa dibuat jengkel.

Meski begitu, anak hiperaktif maupun anak yang punya kesulitan fokus bukanlah hal yang harus dianggap wajar, apalagi sampai dicap bandel atau bodoh.

Perilaku hiperaktif dan sulit fokus bisa jadi disebabkan oleh kondisi kesehatan mental yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Kondisi ADHD bisa sangat mengganggu anak-anak terutama dalam hal akademik, karena anak dengan ADHD cenderung mengalami gangguan fokus dan sulit menerima pelajaran.

Bila orang tua melihat gejala ADHD pada anak, segeralah konsultasikan pada dokter atau psikolog anak agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Diagnosis lebih awal dapat sangat membantu orangtua dan anak untuk mengatasi gejala-gejala tersebut.

Baca juga: Anak Hiperaktif Bukan Berarti Bandel, Kenali ADHD dan Gejalanya pada Anak

Makanan dan ADHD

Jika sudah didiagnosa ADHD, orangtua juga harus tahu bahwa beberapa makanan dan minuman bisa memperburuk gejala hiperaktif pada anak.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak ADHD juga mengalami kekurangan asam lemak Omega-3, yang keduanya punya dua gejala yang sama yaitu rasa haus berlebih dan sering buang air kecil.

Selain itu makanan yang mengandung pewarna makanan, perisa buatan, dan pemanis tambahan sebaiknya dihindari.

Konsumsi kafein, makanan cepat saji, dan makanan lainnya yang rendah nutrisi juga sering dihubungkan dengan perilaku hiperaktif pada anak.

Konsultasikanlah pola makan untuk anak ADHD dengan dokter anak dan ahli gizi ADHD, agar orang tua bisa mendapat anjuran yang tepat.

Berikut beberapa makanan yang mungkin berkaitan dengan gejala ADHD:

Baca juga: Penting Untuk Diketahui Orang Tua, Berikut 14 Tanda Anak Mengalami ADHD

1. Permen

Permen mengandung gula yang sangat banyak dan pewarna buatan, keduanya adalah kombinasi yang buruk bagi anak ADHD.

Menurut beberapa studi, kedua bahan utama permen ini dapat memicu gejala ADHD yaitu hiperaktivitas.

2. Soda, kafein, dan sirup pemanis

Jika anak anda memiliki ADHD, usahakan untuk tidak memberikan anak anda minuman bersoda, bahkan orang tanpa ADHD pun sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi minuman ini.

Minuman bersoda mengandung kadar gula yang sangat tinggi, sama halnya dengan sirup dan pemanis lainnya.

Konsumsi gula dan kafein bisa menyebabkan gejala hiperaktif dan perilaku mudah terdistraksi.

Sebuah studi menemukan seorang anak berusia 5 tahun yang meminum soda cenderung menunjukkan perilaku agresif dan menarik diri.

Baca juga: Termasuk Demam dan Asma, Simak Jenis Penyakit yang Sering Dialami Anak Kecil 

3. Sayuran dan buah beku

Sayuran dan buah beku kemasan dinilai bisa memperparah gejala ADHD pada anak.

Sayuran dan buah-buahan memang makanan yang disarankan untuk anak ADHD, namun beberapa sayuran beku kemasan mengandung pewarna buatan.

Sebaiknya periksa kembali label pada kemasan.

Konsumsi sayuran yang sudah diberi pestisida argonofosfat juga bisa menyebabkan perilaku neurologis yang serupa dengan gejala ADHD.

4. Kue

Adonan kue instan dan frosting kue mengandung kadar gula yang tinggi dan pewarna buatan yang dapat memicu hiperaktivitas dan gejala ADHD lainnya.

Seorang pakar ADHD, dr. Naheed Ali menyatakan bahwa pemanis dan pewarna buatan lebih tinggi meningkatkan risiko gejala ADHD dibandingkan pemanis alami.

Baca juga: Tips Melatih Konsentrasi Anak yang Sulit Fokus Belajar, Salah Satunya Dengan Pendekatan Personal

5. Minuman berenergi (bagi remaja)

Minuman berenergi dapat memperburuk gejala ADHD pada anak remaja.

Minuman berenergi mengandung sejumlah besar zat stimulan seperti kafein, asam amino taurin, pewarna dan pemanis buatan, serta zat aditif lainnya.

Konsumsi minuman berenergi bagi remaja ADHD sangat tidak disarankan, selain memicu gejala serupa ADHD minuman berenergi memang bukanlah pilihan yang sehat bagi anak-anak.

Baca juga: Bunda, Lindungi Anak dari Berbagai Penyakit dan Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan 5 Makanan Ini

6. Beberapa jenis ikan dan makanan laut

Asam lemak Omega-3 dipercaya baik untuk dikonsumsi anak dengan ADHD.

Salah satu sumber yang disarankan untuk mendapatkan Omega-3 adalah dari ikan.

Namun beberapa jenis ikan harus dihindari karena mengandung kadar merkuri yang tinggi, yang bisa memperparah gejala ADHD jangka panjang.

Beberapa ikan yang sebaiknya jangan dikonsumsi adalah ikan hiu, ikan cucut, ikan makarel spanyol, tilefish, dan lainnya.

Merkuri layaknya selulosa, sangat sulit dicerna dan dapat menumpuk di otak seiring waktu.

Hal ini dapat mengarah pada hiperaktivitas.

Konsultasikan pada dokter atau ahli gizi ADHD mengenai jenis ikan apa yang baik dikonsumsi oleh anak dengan ADHD.

Baca juga: Benarkah Konsumsi Ikan Bisa Mencegah Depresi? Inilah 5 Makanan Yang Baik Untuk Kesehatan Mental

7. Kondisi sensitivitas makanan

Banyak anak-anak dengan kondisi sensitivitas makanan (bukan alergi makanan) bisa menunjukkan gejala ADHD bila mengonsumsi makanan tertentu.

Makanan yang umumnya bisa menyebabkan reaksi ADHD adalah susu, cokelat, kedelai, gandum, telur, kacang-kacangan, jagung,tomat, anggur, dan jeruk.

Jika anda menemui bahwa kondisi sensitivitas makanan pada anak memicu gejala ADHD, konsultasikan pada dokter untuk saran gizi dan pola makan yang sebaiknya diberikan untuk anak anda.

Baca juga: Sering Gelisah dan Susah Fokus, Kenali Gejala Hiperaktif pada Orang Dewasa

Bagaimana, Tribunners? Itulah makanan-makanan yang kemungkinan bisa memicu perilaku hiperaktif dan gejala ADHD lainnya pada anak.

Kondisi ADHD tidak bisa dicegah atau disembuhkan, namun dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, orangtua dan anak bisa mengendalikan gejalanya.

Jangan sampai kondisi ADHD jadi menghambat anak dalam belajarnya maupun kehidupan sosialnya.

Kesadaran akan kondisi ADHD pada anak bisa membantunya mengontrol gejalanya bahkan saat anak tumbuh dewasa.

 (*/everydayhealth)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved