Indonesia Badminton Festival
Komentar Anthony Ginting Setelah Tersingkir dari Indonesia Masters 2021, Gagal Pertahankan Gelar
Anthony Sinisuka Ginting di luar dugaan tersingkir di babak pertama turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2021.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Gelaran turnamen Indonesia Masters 2021 menyajikan banyak kejutan.
Baru mulai babak pertama, sejumlah pebulutangkis unggulan sudah bertumbangan.
Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan setidaknya 28 wakilnya di Indonesia Masters 2021 ini.
Baca juga: Legenda Bulutangkis Candra Wijaya Dukung Langsung Sang Putra di Indonesia Masters 2021
Baca juga: Membeludak, Panitia Indonesia Masters 2021 Umumkan Penerimaan Hadiah untuk Atlet Dihentikan
Baca juga: Sitthikom Thammasin Vs Jonatan Christie di Indonesia Masters 2021, Jojo Masih Unggul Statistik
Baca juga: Juara All England Terpaksa Mundur dari Pentas Indonesia Masters Karena Cedera di Tengah Pertandingan
Salah satu unggulan asal Indonesia Anthony Sinisuka Gintying harus tersingkir terlebih dahulu di babak pertama
Anthony Ginting kalah dari wakil Thailand
Juara bertahan Indonesia Masters Anthony Sinisuka Ginting di luar dugaan tersingkir di babak pertama turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2021.
Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo ini dijegal peman muda asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn.
Dalam pertandingan yang digelar di Bali International Centre, Rabu (17 November 2021) malam, Ginting kalah dengan skor 19-21, 21-14, 21-13 dalam waktu 66 menit.
Selepas pertandingan, pemain asal Cimahi itu merasa kalau dalam pertandingan tersebut dirinya bermain kurang sabar dan akhirnya kalah dalam pertarungan tiga gim.
"Pertama-tama saya bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa ada cedera. Hari ini saya banyak membuat kesalahan sendiri. Mungkin saya rasa bermain kurang sabar," ungkap Ginting.
Ginting mengaku kalau sebetulnya dengan status juara bertahan yang disandangnya, tidak membuat dirinya merasa terbebani.
Dirinya justru merasa kalau pertandingan kali ini dirinya bermain kurang lepas, sehingga sering banyak melakukan kesalahan sendiri.
"Saya tidak merasa terbebani dengan status juara bertahan. Dari pertandingan ke pertandingan ini saya kembali lagi dari nol," sebut Ginting.
“Saya rasa masalah shuttlecock, lawan juga merasakan hal yang sama. Mungkin selain adaptasi lapangan lebih ke strategi, musuh main bermain seperti apa, harus sabar strategi apa yang harus pas,” tambah Ginting.
Kemenangan ini membuat Kunlavut di babak kedua akan menunggu pemenang laga antara Shesar Hiren Rhustavito dan Sai Praneeth B dari India. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anthony-ginting-kalah-di-bali.jpg)