Breaking News:

Berita Karangasem

Saat Ini Tidak Ada Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi RSUD Karangasem

Ruangan saat ini hanya isi 7 pasien suspect Covid-19. Mereka masih menunggu hasil swab test PCR. Sedangkaan pasien positif Covid-19 kosong.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Saiful Rohim
Suasana ruang tunggu pasien RSUD Karangasem beberapa waktu lalu. Saat ini tidak ada pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di RS tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kasus aktig Covid-19 di Kabupaten Karangasem terus melandai sejak bulan September 2021.

Ini terlihat dari nihilnya pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem. Ruang untuk isolasi hanya diisi oleh pasien suspect.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Karangasem I Wayan Suardana mengatakaan, bed occupancy rate (BOR) di RSUD Karangasem sebesar 10,4 persen.

Baca juga: 1.060 Titik Lampu PJU di Buleleng Mati, Diduga Korsleting Akibat Kena Air Hujan

Baca juga: Dengan Kursi Roda Nenek Maimunah Kini Bisa Nikmati Udara Segar Buleleng, Warga: Terima Kasih TNI

Ruangan saat ini hanya isi 7 pasien suspect Covid-19. Mereka masih menunggu hasil swab test PCR. Sedangkaan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 kosong.

"Empat ruang isolasi di RSUD Karangasem kosong dari pasien positif Covid-19. Saat ini ruangan hanya dihuni pasien suspect sebanyak tujuh orang. Kita masih tunggu hasil swab,"kata I Wayan Suardana, Rabu 17 November 2021.

Dia berharap hasil swab test ketujuh pasien itu negatif.

Ditambahkannya, kasus Covid-19 di Karangasem sempat mngalami lonjakan pada Juli hingga Agustus 2021.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hampir mencapai 100 orang saat itu. BOR di RSUD Karangasem hampir penuh. Kasus aktif mulai mengalami penurunan di awal September 2021 hingga November 2021 ini.

"Walaupun sudah menurun, tapi kita belum menutup ruang isolasi Covid-19 di RSUD. Ada empat sal yang digunakaan untuk merawat pasien Covid yakni Gangga, Kenanga, Mawar, dan Melati," ujarnya.

Dokter dan perawat tetap disiagakan di masing-masing sal.

Suardana menduga, turunnya kasus aktif Covid-19 dikarenakan beberapa faktor. Satu di antaranya keberhasilan melaksanakan tracing dan testing.Isolasi terpusat yang dilaksanakan pemerintah juga menurunkan kasus aktif.

Hal yang paling dominan, kata Suardana, pencapaian vaksinasi Covid-19 untuk mewujudkn herd imunity atau kekebalan kelompok.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Mengunakan masker yang benar, jaga jarak, jauhi keramaian, cuci tangan pakai air mengalir serta sabun.

Simak berita lainnya dari Karangasem

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved