Berita Tabanan

Target Pajak Hotel dan Restoran Sudah Pasti Tak Tercapai, PAD Tabanan Terancam Tak Terealisasi

sejak pandemi terjadi sebagian besar pendapatan asli daerah (PAD) terutama dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dipastikan tak bisa tercapai

hai.grid.id
Ilustrasi Uang. Pajak Hotel dan Restoran Sudah Pasti Tak Tercapai, PAD Tabanan Terancam Tak Terealisasi 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kondisi keuangan daerah di Bali khususnya Tabanan saat ini sedang "goyang".

Sebab, sejak pandemi terjadi sebagian besar pendapatan asli daerah (PAD) terutama dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dipastikan tak bisa tercapai.

Sebab, hingga November 2021, PHR baru hanya tercapai 31 persen saja mengingat seluruh kegiatan di sektor pariwisata masih mati suri.

Sejauh ini yang menjadi andalan adalah pajak BPHTB dan PBB yang sudah hampir mencapai target 100 persen.

Baca juga: Kunci Masih Nyantol, Sepeda Motor Warga Raib Saat Beli Mie Instan di Warung Wilayah Baturiti Tabanan

Menurut data yang diperoleh dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, ada 10 item pendapatan pajak yang menyumbang kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tabanan.

Rinciannya, Pajak Penerangan Jalan ditarget Rp 26,4 Miliar baru tercapai Rp 20,7 Miliar (78 persen), Pajak Hotel ditarget Rp 9,1 Miliar lebih dan baru tercapai Rp 1 Miliar lebih, Pajak Restoran Rp 12,9 Miliar baru tercapai Rp 4 Miliar atau 31 persen.

Selanjutnya, Pajak Reklame Rp 2,35 Miliar sudah tercapai 2,32 Miliar atau 98,7 persen, Pajak Hiburan ditarget Rp 808 Juta, Pajak Parkir (yang ada di pertokoan) ditarget Rp 112 Juta lebih.

Kemudian ada Pajak Air Tanah ditarget Rp 1,1 Miliar lebih baru tercapai 56 persen.

Dua penghasilan pajak yang hampir tercapai atau memiliki progres bagus sehingga menjadi andalah adalah PBBP2 Rp 19,7 Miliar sudah tercapai Rp 17 Miliar lebih atau 84 persen, kemudian BPHTB ditarget Rp 68 Miliar dan sudah tercapai Rp 67 Miliar atau 98 persen lebih.

"Untuk penghasilan dari pajak, hanya BPHTB dan PBB memang sudah hampir tercapai. BPHTB targetnya Rp 68 Miliar sekarang sudah tercapai 67 Miliar atau 98 persen lebih , kemudian PBB dari target Rp 19 Miliar sudah tercapai Rp 17 Miliar lebih atau 84 persen di November 2021 awal.

Penghapusan denda pajak ini juga sangat berpengaruh dengan pencapaian target PBB ini," jelas Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, Anak Agung Dalem Trisna Ngurah saat dikonfirmasi, Rabu 17 November 2021.

Menurutnya, pendapatan pajak yang masih sangat jauh pencapaiannya dari target adalah Pajak Hotel dan Restoran (PHR).

Hal tersebut disebabkan oleh belum maksimalnya aktivitas pariwisata seperti hotel dan restoran tersebut.

Namun untuk pajak lainnya masih ada kemungkinan untuk tercapai dalam waktu satu bulan kedepan.

Baca juga: Hanya 310 Peserta yang Boleh Ikuti Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Pemkab Tabanan

"Artinya dari kondisi saat ini untuk PHR yang paling kecil tercapai. Pajak hotel dan retoran yang kemungkinan sulit sekali tercapai tahun ini. Itu karena aktivitas di bidang pariwisata masih belum normal. Kita harus maklumi dulu," ujarnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved