Berita Bangli

Pemkab Bangli Siapkan Rp200 Juta untuk Beli Pohon Jepun

Pemerintah Kabupaten Bangli menyiapkan anggaran Rp200 juta untuk pembelian pohon jepun.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ilustrasi pohon jepun 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemerintah Kabupaten Bangli menyiapkan anggaran Rp200 juta untuk pembelian pohon jepun.

Rencananya, pohon itu akan ditanam pada telajakan warga yang ada di wilayah perkotaan.

Sesuai yang tercantum dalam situs lpse.banglikab.go.id, pagu anggaran program ini sebesar Rp200 juta, dengan HPS sebesar Rp 199,9 juta.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli, I Gusti Laksana saat dikonfirmasi Jumat 19 November 2021 membenarkan soal kegiatan tersebut.

"Ada 80 pohon jenis Jepun Bali yang dibeli dari anggaran itu," ucapnya.

Baca juga: Tagihan Sewa Boat Bencana Rp 53 Juta di Bangli, Redika: Sehari Rata-rata Penyeberangan 10-15 Boat

Diketahui, pembelian pohon jepun merupakan salah satu program penataan wajah Kota Bangli.

Pemilihan pohon jepun, kata Gusti Laksana, tentunya memiliki beberapa pertimbangan.

Salah satunya akar yang tergolong fleksibel dan diyakini tidak merusak trotoar.

"Selain itu pohon Jepun juga multifungsi. Di antaranya sebagai perindang, fungsi estetika, serta fungsi untuk kepentingan masyarakat setempat dalam hal Yadnya. Jadi bunganya boleh dicari oleh masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Pemkab Bangli Keluarkan Anggaran Sewa Boat Pelayanan Bencana Mencapai Rp 53 juta

Karena di bawah Rp200 juta, pembelian pohon tidak melalui proses tender.

Adapun pembeliannya, lanjut Laksana, sesuai arahan Bupati Bangli diusahakan membeli dari masyarakat lokal.

Sedangkan penanaman pohon Jepun dipilih pada telajakan masyarakat, tidak lagi ditanam di aspal jalan.

"Nanti kita mengikuti tiang lampu (LPJU) yang merupakan program dari Dinas Perhubungan. Pohon ini ditanam di jalan protokol kota. Yakni dari Patung Adipura hingga Patung Peranda," imbuhnya.

Baca juga: Warga yang Masuk dan Keluar Wilayah Bangli Wajib Menunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Laksana tidak memungkiri, sebelumnya ada rencana untuk menggunakan pohon jenis Tabebuya.

Namun rencana pembelian jenis pohon ini belum dianggarkan pada tahun 2021.

"Mungkin (Pembelian Tabebuya) masuk di anggaran tahun 2022. Berapa dianggarkan, kami tetap melihat kembali berapa kekurangannya dan di mana saja tempat yang cocok untuk ditanam. Sehingga perencanaannya lebih efektif," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Bangli
 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved