Berita Internasional
Covid-19 di Eropa Terus Melonjak, Varian Delta dan Rendahnya Vaksinasi Diduga Jadi Penyebab
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut situasi Covid-19 di Eropa menjadi sangat mengkhawatirkan.
TRIBUN-BALI.COM - Kasus Covid-19 di benua Eropa nampaknya sulit dibendung.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut situasi Covid-19 di Eropa sudah sangat mengkhawatirkan.
Direktur Regional WHO Eropa Hans Kluge kepada BBC mengatakan, kematian akibat Covid-19 di Eropa bisa mencapai lebih dari 500.000 orang apabila tidak ada tindakan segera untuk menekan penularan Covid-19.
Menurut Kluge, salah satu upaya yang dapat membantu menurunkan gelombang infeksi Covid-19 di Eropa adalah peningkatan pemakaian masker, sebagaimana dilansir dari BBC, Sabtu (20/11/2021).
Baca juga: 10 Negara di Eropa Masuk Kategori Kekhawatiran Tinggi Penyebaran Covid-19
Situasi genting di Eropa terkait virus corona ini ditandai dengan lonjakan tinggi kasus Covid-19 dilaporkan terjadi di sejumlah negara di benua biru.
Beberapa negara kini telah memberlakukan pembatasan baik itu lockdown penuh maupun parsial.
Kluge mengatakan, sejumlah faktor yang menyebabkan lonjakan Covid-19 di Eropa seperti musim dingin, rendahnya vaksinasi, dan dominasi varian Delta.
Karena itu, Kluge menyerukan peningkatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk membantu memerangi lonjakan kasus Covid.
“Covid-19 sekali lagi menjadi penyebab kematian nomor satu di wilayah kami,” kata Kluge kepada BBC.
Lebih lanjut, dia menambahkan, diperlukan tindakan segera untuk memerangi Covid-19 di Eropa.
Kluge menuturkan, mandat vaksinasi wajib harus dilihat sebagai upaya terakhir.
“Sebelum itu, ada cara lain seperti Covid pass,” katanya.
Austria wajibkan vaksinasi Covid-19
Salah satu negara yang mengalami lonjakan kasus infeksi Covid-19 adalah Austria.
Sebagai upaya penekanan penyebaran virus corona, pada Jumat (19/11/2021), Austria mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi warganya.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak Lagi, WHO Beri Peringatan untuk Seluruh Dunia
Ini menjadikan Austria sebagai negara Eropa pertama yang mengumumkan bahwa vaksinasi Covid-19 akan menjadi wajib.
Aturan baru tersebut akan mulai berlaku pada Februari karena rincian tentang pelaksanaan tindakan tersebut masih dibahas.
Selain itu, Austria juga mengumumkan lockdown nasional.
Langkah-langkah tersebut diambil sebagai tanggapan atas lonjakan kasus Covid-19 dan rendahnya tingkat vaksinasi.
Kanselir Austria Alexander Schallenberg mengatakan itu adalah keputusan yang sulit.
Namun, menurutnya, tindakan tersebut perlu agar bisa keluar dari “lingkaran setan” yang sedang dihadapi negaranya.
Banyak negara Eropa lainnya juga memberlakukan tindakan baru ketika kasus Covid-19 di negaranya meningkat.
Selain Austria, sejumlah negara di Eropa juga telah melakukan tindakan seperti melakukan pembatasan bagi warganya yang belum divaksinasi.
Di antaranya adalah Republik Ceko dan Slovakia.
Sementara di Jerman, Menteri Kesehatan Jens Spahn menggambarkan situasi Covid-19 di negaranya sebagai darurat nasional.
Baca juga: Uni Eropa Membantu Palestina untuk Bayar Gaji Pegawai
Di sisi lain, Inggris yang mencatat kasus harian Covid-19 hingga 44.242 kasus pada Jumat (19/11/2021), sejauh ini belum memiliki rencana untuk penerapan lockdown.
Namun, pemerintah setempat memiliki langkah-langkah ekstra pencegahan Covid-19 untuk melindungi pelayanan kesehatan.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Covid-19 di Eropa Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut karena Ada Varian Delta dan Rendahnya Vaksinasi",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-logo-di-luar-gedung-organisasi-kesehatan-dunia-who.jpg)