Wawancara Tokoh
I Made Janur Yasa, Penggagas Plastic Exchange, Sampah Membawanya ke Kancah Global
I Made Janur Yasa merupakan satu-satunya kandidat dari Indonesia dalam pemilihan CNN Hero of The Year 2021
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Yang menerima menjadi pemberi, yang memberi menjadi penerima.
Kita bantu dengan beras, kita juga membantu membersihkan lingkungan dari bahaya sampah plastik.
Dari mana datangnya inspirasi dari plastic exchange ini?
Sebenarnya ide ini tidak baru sekali.
Cuma, saya pikir begini, di dalam kesulitan pasti ada jalan keluar.
Saat gerakan plastic exchange ini lahir Mei 2020, saat itu ada tiga kesulitan atau masalah yang saya lihat.
Pertama, pada waktu itu adalah ekonomi, akibat bandara ditutup, orang tidak bisa datang ke Bali untuk berwisata.
Padahal kita hidup 80 persen dari pariwisata.
Dampaknya, krisis ekonomi dahsyat melanda Bali.
Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak masyarakat yang susah.
Kedua, masalah lingkungan, terutama masalah plastik.
Selalu setiap tahun, setiap bulan, apalagi musim hujan, plastik menjadi persoalan, menjadi banjir.
Masalah plastik bukan hanya di Bali.
Tapi di seluruh dunia. Masalah ketiga adalah jati diri.
Moral kita turun karena lingkungan dan karena ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-made-janur-yasa.jpg)