Berita Bali
Kasus Covid-19 Naik di Negara Lain, Dosen Politeknik Sebut Penanganan Wisman Harus Hati-hati
"Begitu diketahui negara tersebut mengalami lonjakan kasus yang tinggi, tentu ini perlu ekstra hati-hati. Prosedur penanganan mereka wisatawan mancan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Open border internasional yang sudah berlangsung di Bali hendaknya harus tetap disertai dengan protokol kesehatan yang ketat.
Pasalnya kasus Covid-19 kembali mengganas di berbagai negara.
Tentunya hal ini harus menjadi perhatian khusus untuk pemerintah terlebih Bali baru saja membuka penerbangan internasional.
Jangan sampai karena hal tersebut, pariwisata untuk wisatawan mancanegara kembali ditutup.
Hal tersebut disampaikan Dosen Program Studi (Prodi) Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata Bali, Dr. I Wayan Merta.
Baca juga: UPDATE Covid-19 di Bali 21 November 2021: Bertambah 6 Kasus, 12 Sembuh, 1 Meninggal
"Dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara, tentu harus diperhatikan juga negara-negara mana yang datanya menunjukkan kasus yang signifikan mengalami lonjakan, terutama yang merupakan pasarnya Bali.
"Begitu diketahui negara tersebut mengalami lonjakan kasus yang tinggi, tentu ini perlu ekstra hati-hati. Prosedur penanganan mereka (wisatawan mancanegara) perlu lebih extra dibandingkan dengan calon wisatawan dari negara lain yang kasusnya tidak tinggi. Itu dari sisi pasar, perlu data dan informasi akurat," jelasnya pada, Senin 22 November 2021.
Ia menambahkan tentu perlu dilakukan filter yang sangat ketat untuk wisatawan mancanegara, terutama dengan karantina yang lebih lama.
Sedangkan untuk di Bali khususnya, tentu protokol kesehatan jangan sampai longgar, namun tetap saja harus ketat.
"Seperti kegiatan upacara, pertemuan, yang melibatkan orang banyak, harus terus diperketat. Jangan karena kasus melanggar, malah euforia, dan abai dengan prokes," tambahnya.
"Selain imbauan, monitoring juga sangat penting untuk mengingatkan masyarakat. memang ini tidak mudah terutama berkaitan dengan upacara keagamaan. Tapi paling tidak penggunaan masker itu jangan diabaikan," tambahnya.
Baca juga: BOR Isolasi Covid-19 untuk Semua Rumah Sakit di Denpasar Rata-rata 3,40 Persen
Sementara itu, Menurut Wakil Ketua BPD PHRI Bali, I Gusti Ngurah Agung Rai Suryawijaya, memang kondisi Covid-19 saat ini masih fluktuatif.
Di dunia terdapat sebanyak 216 negara yang terjangkit.
Dari total 216 itu, Indonesia sudah sangat bagus penanganannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wisatawan-mengunjungi-objek-wisata-tanah-lot-tabanan.jpg)