Breaking News:

Berita Bali

Terkait Kasus Pelecehan Seksual di Unud, Rektor Prof. Antara Buka Suara 

Universitas Udayana akhirnya buka suara terkait kasus pelecehan seksual yang diungkap oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara (tengah) ketika ditemui pada, Senin 22 November 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Universitas Udayana akhirnya buka suara terkait kasus pelecehan seksual yang diungkap oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, mengatakan pihaknya tidak memegang data terkait angka jumlah kasus pelecehan seksual yang terjadi di Unud. 

"Teman-teman LBH Bali ngomong ke media tentang angka itu. Terus terang kami sama sekali tidak memegang data-data itu."

Baca juga: Mahaguru Pariwisata Prof Richard Butler hingga Wagub Bali Bicara Soal Pariwisata di Konferensi UNUD

"Sekarang kami akan berkoodinasi minta LBH Bali terbuka memberikan kami data-data. Yang pertama siapa nama pelaku, kapan kejadiannya, siapa korbannya dan di mana kejadiannya."

"Itu yang sebetulnya menjadi titik balik kita," ungkapnya pada, Senin 22 November 2021. 

Lebih lanjut, Prof. Antara menerangkan jika dikatakan jumlah korban yang mengalami pelecehan seksual sebanyak 43 korban di Unud.

Pihaknya memiliki 35 ribu mahasiswa, 1700 dosen, dan 1600 tenaga kependidikan. 

Baca juga: Dosen FEB Unud Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap DID Tabanan, Prof Antara: Ada Pembebasan Tugas-tugas

"Bagaimana kami bisa mengolah. Yang kedua yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman LBH, kekerasan seksual kok melalui survei dan kuisioner?"

"Ini yang saya tidak mengerti. Kapan survei dan kuisioner itu dilakukan. Validasinya bagaimana. Berapa populasinya. Kemudian, eror rate-nya berapa," tambahnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved