Breaking News:

Berita Karangasem

Hingga 24 November 2021, Pengangguran di Karangasem Capai 60 Ribu Orang

Pertanggal 24 November 2021, pengangguran di Karangasem mencapai angka sekitar 60 ribu lebih.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Noviana Windri
Kompas
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pengangguran di Karangasem terus meningkat sejak pandemi Covid-19.

Pertanggal 24 November 2021, pengangguran mencapai angka sekitar 60 ribu lebih.

Tersebar disemua Kecamatan.

Terbanyak yakni Kecamatan Karangasem, dan Kubu.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaktrans) Karangasem, Nyoman Suradnya, mengaku, pengangguran meningkat lantaraan ada beberapa pekerja yang di PHK dan di rumahkan sejak pandemi.

Baca juga: Pengangguran di Buleleng Melonjak Hingga 19 Ribu Orang Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, Pengangguran di Denpasar Kembali Melonjak

Kemungkinan pgawai yang diPHK belum dapat pekerjaan terbaru.

"Pegawai yang dirumahkan 3.533 pekerja, sedangkan yang di PHK sekitar 262 pekerja. Kondisi ini terjadi sejak pandemi Covid-19. Tersebar dibeberapa Kecamatan,"ungkap Nyoman Suradnya, Rabu  24 November 2021.

Pejabat asal Karangasem mengaku, meningkatnya pengangguran dikarenakan beberapa faktor.

Satu diantaranya kemiskinan tinggi. 

Minimnya gairah untuk berkerja juga jadi penyebab pengangguran.

Angka pengangguran seetiap tahun mengalami kenaikan cukup drastis.

"Pengangguran itu  seeperti daun. Gugur satu, tumbuh seribu. Makanya tiap tahun terus alami peningkatan. Pertahunnya banyak lulusan SMA / SMK yang tak melanjutkan kuliah," imbuh Suradnya.

Rata-rata lulusan SMA / SMK mencapai 4 ribu siswa.

Baca juga: Angka Pengangguran di Tabanan Naik Hampir 3 Persen, Pekerja Sektor Pariwisata Paling Dominan

Baca juga: Pengangguran di Tabanan Bali Bertambah 230 Persen Selama Pandemi, Pendaftar LLK Membludak 

Baca juga: Rezeki Berlimpah, Dewi Fortuna Akan Menemani 9 Shio Hari Ini 24 November 2021, Mereka Super Hoki

Untuk menekan pengangguran, kata Suradnya, Disnakertrans telah melakukan langkah-langkah.

Diantaranya memberikan pelatihan skill berserta keterampilan ke warga.

Baik pelatihan yang bersumber dari pusat dan kabupaten.

Seperti skill perbengkelan, mnjahit, cukur, dan SPA.

"Tahun 2022 kita hanya  dapat anggaran sekitar 100 juta untuk pelatihan. Kemungkinan akan digunakan untuk dua kelompok. Rencana dari pusat juga  memberikan bantuan berbentuk pelatihan. Berapa nominal dan seperti apa bentuk pelatihan, belum ditentukan pusat,"ungkap Suradnya.

Pemberian pelatihan keterampilan adalah program rutin setiap tahun, dan tak dipunguti biaya.

Program diprioritaskan untuk pemuda tamatan SMA / SMK.

Mereka diberikan  pelatihaan oleh instruktur.

Baca juga: Update Jadwal Liga Champions Malam Ini: Inter Milan Vs Shakhtar dan Man City Vs PSG

Baca juga: Tenanglah! 2 Zodiak Ini Akan Diselimuti Masalah Hari Ini 24 November 2021, Mereka Kurang Beruntung

Baca juga: BANYAK DISKON! Promo Superindo 22-25 November 2021, Ikan Gurame & ABC Kecap Manis Diskon 20%

Seperti jahit, perbengkelan, perlistrikan, las, SPA, pendinginan, mencukur.

"Selain itu kita juga berkerjasama dengan toko berjejaring untuk kerjakan tamatan SMA / SMK. Tahun kemarin sempat kerjasama dengan toko berjejaring. Tapi banyak yang berhenti. Kemungkinan tidak betah," tambah Suradnya, sapaan akrab.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved