Berita Tabanan
Angka Pengangguran di Tabanan Naik Hampir 3 Persen, Pekerja Sektor Pariwisata Paling Dominan
Jumlah penggangguran usia produktif di Tabanan naik dari 1,28 persen di akhir tahun 2019 menjadi 4,23 persen diakhir tahun 2020
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Angka pengangguran di Kabupaten Tabanan cenderung meningkat secara drastis di tengah Pandemi Covid-19 ini.
Apalagi, pandemi tak diketahui kapan akan berakhir.
Jumlah penggangguran usia produktif di Tabanan naik dari 1,28 persen di akhir tahun 2019 menjadi 4,23 persen diakhir tahun 2020.
Atau naik hampir 3 persen lebih dari jumlah total warga Tabanan yang mencapai 275.722 jiwa.
Baca juga: Bupati Usulkan Interchange Tambahan di Wanasari, Sosialisasi di Kecamatan Tabanan & Marga Diundur
Menurut data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tabanan, total angka riil jumlah penduduk 4,23 persen tersebut adalah sebanyak 11.663 orang.
Rinciannya adalah 7.438 orang diantaranya pria dan sisanya 4.225 orang perempuan.
Jumlah ini meningkat dibandingkan data tahun 2019 yang hanya 1,28 persen atau sebanyak 4.624 orang.
"Pandemi ini membuat angka pengangguran naik tinggi. Sesuai data, awalnya di 2019 hanya di angka 1,28 persen, namun sejak pandemi di tahun 2020 menjadi 4,23 persen.
Peningkatannya luar biasa jauh," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Tabanan, I Putu Santika saat dikonfirmasi, Kamis 17 Juni 2021.
Santika menyebutkan, sesuai data Badan Pusat Statistik, jika dirinci dengan jumlah warga, total tahun 2020 ada 11.663 orang pengangguran hingga akhir tahun 2020.
Jumlah tersebut meningkat usai adanya perusahaan yang memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemberhentian karyawan.
"Kenaikan pengangguran cukup siginfikan karena banyak yang dirumahkan bahkan diberhentikan," ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan ini melanjutkan, sektor yang paling dominan menyumbang angka pengangguran yakni di sektor pariwisata baik dari lokal yakni perhotelan/villa maupun restoran, serta para pekerja migran Indonesia (PMI) yang sebelumnya bekerja di kapal pesiar atau akomodasi pariwisata di luar negeri.
"Dengan adanya pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata menjadi lumpuh yang menjadi penyumbang terbesar tenaga kerja yang dirumahkan atau diberhentikan.
Baca juga: Rp 1,2 Miliar Untuk Pemeliharaan PJU di Tabanan, Kebutuhan Sesuai Kondisi Kerusakan di Lapangan
Semoga kondisi ini cepat berlalu," harapnya.(*)
Artikel lainnya di Berita Tabanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pengangguran-2.jpg)