Breaking News:

Berita Bali

Zainal Tayeb Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Perkara Memasukkan Keterangan Palsu ke Akta Autentik

Amar putusan dibacakan majelis hakim pimpinan I Wayan Yasa dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis,

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Zainal Tayeb didampingi tim penasihat hukumnya saat menjalani sidang secara daring dari Kejari Badung. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Zainal Tayeb dijatuhi pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun) oleh majelis hakim.

Zainal Tayeb yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus promotor tinju ini dijatuhi pidana penjara karena dinyatakan bersalah terkait perkara menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dengan korbannya, Hedar Giacomo Boy Syam.

Amar putusan dibacakan majelis hakim pimpinan I Wayan Yasa dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 25 November 2021.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Zainal Tayeb dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tegas Hakim Ketua I Wayan Yasa.

Baca juga: Perkara Dugaan Masukkan Keterangan Palsu ke Akta Autentik, Hari ini Zainal Tayeb Jalani Sidang Vonis

Dalam amar putusan majelis hakim sependapat dengan dakwaan pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Disebutkan, bahwa terdakwa Zainal Tayeb telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan alternatif kesatu pasal 266 ayat (1) KUHP.

Putusan majelis hakim lebih tinggi dari tuntutan pidana yang dilayangkan JPU.

Sebelumnya JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung menuntut terdakwa kelahiran Mamasa, Sulawesi Barat ini dengan pidana penjara selama tiga tahun.

Usai membacakan putusan, majelis hakim langsung meninggalkan ruang sidang tanpa menanyakan terlebih dahulu para pihak, apakah menerima atau pikir-pikir atas putusan yang dijatuhkannya.

Tak pelak Zainal Tayeb dan tim penasihat hukumnya yang bersidang di ruangan Kejari Badung kebingungan, karena hakim tidak menanyakan tanggapan atas putusan itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved