Breaking News:

Berita Badung

Perkara Dugaan Masukkan Keterangan Palsu ke Akta Autentik, Hari ini Zainal Tayeb Jalani Sidang Vonis

Terdakwa Zainal Tayeb dijadwalkan menjalani sidang vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 25 November 2021.

Tribun Bali/Putu Candra
Zainal Tayeb saat menjalani sidang tuntutan secara daring di Kejari Badung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Zainal Tayeb dijadwalkan menjalani sidang vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 25 November 2021.

Sama seperti sidang sebelumnya, Zainal yang adalah pengusaha sekaligus promotor tinju ini menjalani sidang secara daring dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung. 

Zainal Tayeb didudukkan sebagai terdakwa dalam perkara dugaan menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dengan korbannya, Hedar Giacomo Boy Syam.

Baca juga: Zainal Tayeb Sakit saat Tiba Hadiri Sidang dari Kejari Badung, Pembelaan Diserahkan pada Tim Hukum

"Hari ini dijadwalkan sidang pembacaan amar putusan dari majelis hakim," terang Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) sekaligus Humas Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo saat dikonfirmasi. 

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Zainal Tayeb dituntut pidana penjara selama tiga tahun.

Zainal Tayeb dinyatakan terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan alternatif kesatu Pasal 266 ayat (1) KUHP. 

Baca juga: Perkara Dugaan Memasukkan Keterangan Palsu, Bernadin:Tuntutan Jaksa pada Zainal Tayeb Masih Rasional

Seperti diketahui, perkara ini terjadi berawal ketika saksi korban Hedar Giacomo Boy Syam dihubungi oleh terdakwa Zainal, meminta bertemu membicarakan perihal kerja sama pembangunan rumah villa.

Tanggal 25 September 2017, saksi korban menemui terdakwa di rumahnya dan terjadilah percakapan mengenai materi yang akan dituangkan dalam Akta Perjanjian Notaris. 

Selain itu, hadir juga dalam pertemuan itu saksi Yuri Pranatomo selaku orang kepercayaan terdakwa, saksi Luh Citra dan saksi Kadek Swastika selaku pegawai PT. Mirah Bali Konstruksi.

Baca juga: Update Perkara Zainal Tayeb: Jaksa Cecar Terdakwa Soal Pengecekan Luas Tanah

Dalam pertemuan itu terdakwa menyampaikan kepada saksi korban akan menjual tanah dengan luas keseluruhan 13.700 meter persegi dengan harga permeter Rp4,5 juta. Itu akan menjadi salah satu klausul dalam Perjanjian Kerjasama Pembangunan dan Penjualan. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved