Breaking News:

Berita Jembrana

Komisi III DPRD Bali Pastikan Zona Perlindungan dan Pemanfaatan Hutan Tuwed Jembrana

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, memastikan perlindungan dan pemanfaatan zona kawasan hutan

Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Komisi III Dewan Bali mengunjungi Hutan Desa Tuwed - Komisi III DPRD Bali Pastikan Zona Perlindungan dan Pemanfaatan Hutan Tuwed Jembrana 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, memastikan perlindungan dan pemanfaatan zona kawasan hutan di hutan Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Komisi III didampingi KPH Bali Barat, memberikan imbauan agar masyarakat tidak merusak hutan dan menjaga kelestarian hutan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Bali dapil Jembrana, I Made Suardana, Kamis 25 November 2021.

Suardana juga mengatakan, bahwa pihaknya datang untuk menentukan pola penentuan zona kawasan pemanfaatan dan perlindungan hutan tersebut.

Baca juga: Dikabarkan Ratusan Hektar Hutan Gundul di Jembrana, DPRD Bali Langsung Gelar Sidak

Sehingga bisa membantu masyarakat terkait keperluan dan sarana dalam upaya melestarikan hutan sesuai regulasi. Akhirnya, menjadikan hutan di Jembrana lestari dan masyarakat sejahtera.

“Kami mengajak masyarakat untuk melanjutkan perjuangan yang mulia ini, untuk bisa terwujudnya program Pak Gubernur, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, diantaranya Wana Kertih untuk kesejahteraan masyarakat Bali," ucapnya.

Suardana mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat untuk menanam tanaman kayu keras yang menghasilkan nilai ekonomi.

Tanaman kayu keras dan tanaman buah, misalnya saja buah manggis, durian, alpukat hingga aren.

“Jenis tanaman itu semakin besar, nilai ekonomisnya juga bagus. Sehingga secara langsung masyarakat ikut menjaga, melestarikan hutan dan mendapatkan hasil ekonomisnya, dan memberikan kesejahteraan masyarakat penyanding. Selain itu juga memberikan Pendapatan Desa Adat, Desa Dinas dan menjadi PAD Daerah (ekspor Buah ke Negara lain),” ungkapnya.

Suardana menambahkan, bahwa luas kawasan hutan di Tuwed terdapat pembagian zona kawasan, sesuai regulasi.

Baca juga: Menghirup Udara Segar di Hutan Mangrove Bali, Tawarkan Sunrise Ciamik

Dan untuk perencanaan program pusat dan daerah, maka dapat sejalan dengan masyarakat.

Sehingga diharapkan agar masyarakat tidak melanggar regulasi.

"Kami selaku wakil meminta data yang riil data di lapangan mana zona yang bisa dimanfaatkan dan zona yang kritis. Sehingga nantinya kita perlu dorong pemahaman dan kesadaran masyarakat," bebernya. (*).

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved