Breaking News:

Berita Badung

Satpol PP Badung Tertibkan 80 Papan Reklame di Jalan Shortcut Canggu 

Selain dilakukan perbaikan jalan di jalan raya Shortcut Canggu, Satuan Polisi Pamong Praja juga membuka semua papan reklame yang terdapat di sana.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Satpol PP Badung saat membuka reklame di areal jalan Shortcut Canggu pada Kamis 25 November 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG -  Selain dilakukan perbaikan jalan di jalan raya Shortcut Canggu, Satuan Polisi Pamong Praja juga membuka semua papan reklame yang terdapat di sana.

Hal itu dilakukan lantaran reklame yang terdapat di areal tersebut merupakan reklame tidak berizin.

Pembukaan reklame dan sejenisnya di sepanjang Jalan Shortcut Canggu menuju Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara juga dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas unsur Sat Pol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pendapatan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Polsek Kuta Utara. Tercatat ada sebanyak  80 reklame berbagai jenis yang dinyatakan bodong alias tak berijin berhasil ditertibkan.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Satpol PP Badung Gencarkan Pengetatan Prokes di Jam Malam

"Saat penertiban, juga  disaksikan pengurus Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Bali," kata Kasat Pol PP I Gusti  Suryanegara, Kamis 25 November 2021.

Dijelaskan, Satpol PP bersama unit terkait melakukan penataan dan pengendalian pembangunan papan reklame yang tidak berizin di sepanjang Shortcut Canggu menuju Tibubeneng.

Pihaknya mengaku dari total 80 reklame liar, khusus yang tidak permanen langsung dirobohkan.

Namun  yang permanen dipasangi stiker peringatan.

Baca juga: Diskes Badung Siapkan Vaksin untuk Anak Umur 6-11 Tahun, Rencananya Mulai Dilaksanakan Awal 2022

"Untuk papan reklame yang permanen kita pasangi stiker yang diberikan waktu 2 minggu untuk membongkar sendiri. Bila dalam waktu 2 minggu belum dirobohkan, maka tim yustisi yang akan membongkarnya," tegas Suryanegara. 

Penertiban ini dilaksanakan lantaran reklame tersebut tidak berizin.

Selain itu  juga jumlahnya sangat banyak sehingga mengganggu keindahan, kenyamanan keindahan kawasan tersebut.

"Kita tidak anti dengan reklame, namun kalau memang melanggar tentu kita tertibkan," tegasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved