Berita Bali
Ekonomi Bali Naik hingga 6,2 Persen, Perkiraan BI, Pertumbuhan Positif Jelang KTT G20
Bank Indonesia Provinsi Bali memperkirakan ekonomi Bali akan tumbuh positif kisaran 5,4 sampai 6,2 persen pada 2022
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Berdasarkan survei indikator ekonomi, sistem keuangan, serta stabilitas harga dan keuangan pemerintah, Bank Indonesia Provinsi Bali memperkirakan ekonomi Bali akan tumbuh positif kisaran 5,4 sampai 6,2 persen pada 2022.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan, faktor-faktor pendorongnya adalah pemulihan pariwisata, khususnya kedatangan wisatawan nusantara (wisnus) yang mulai naik, kebangkitan ekonomi dengan mulai dibukanya sektor perekenomian dengan kewaspadaan.
Selain itu, adanya event-event internasional yang diselenggarakan di Bali, seperti KTT G20 mendatang.
“KTT G20 itu ada 150 pertemuan di Indonesia, hampir 50-an meeting itu di Bali. (selain itu) Ada booking grup, macam-macam. Dan juga nanti OJK juga mengadakan (kegiatan di Bali),” kata Trisno pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 bertema Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi di Nusa Dua, Bali, Sabtu 27 November 2021.
Baca juga: Jadi Pilar dalam Pembangunan Ekonomi Bali, Gubernur Koster Dukung Penguatan Digitalisasi UMKM
Dia menjelaskan, pada 2020, pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi sedalam 9,31 persen. Sementara di 2021, sudah terlewat tiga periode.
Yang mana, mulai Januari-Maret atau kuarter I terkontraksi sedalam 9,81 persen, kuarter II April-Juni pertumbuhan ekonomi Bali tumbuh positif 2,88 persen, dan kuarter III atau periode Juli-September kembali terkontraksi sedalam 2,91 persen.
Sementara di kuarter IV berdasarkan hitungan Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Bali positif.
“Kami (perkirakan) tumbuh positif kuarter IV. Tapi secara keseluruhan, Januari sampai Desember, prediksi kami dari 2,6 sampai 1,8 persen. Ini sudah membaik dibandingkan tahun 2020 lalu,” tambahnya.
Namun, Trisno menambahkan, pemulihan ekonomi Bali juga dibarengi dengan tantangan.
Menurutnya, Covid-19 masih menjadi salah satu kunci terhambatnya pertumbuhan ekonomi Bali.
Selain itu ia menilai, digitalisasi menjadi faktor yang juga tidak bisa dihindari.
“Kita sama-sama membantu, dari mulai yang kecil, BPR, LPD, UMKM, itu sampai yang gede kita dorong untuk melakukan digitalisasi. Yang terakhir, proyek-proyek pemerintah maupun swasta kita dorong terus agar tetap bangkit. Jadi kita optimistis 2022 kita bisa bangkit lagi,” katanya.
“Tidak bisa positif bagus, tapi ini kira-kira range kita, karena kita di Januari-Maret sudah tinggi, kontraksi cukup tinggi. Tapi tahun 2022, proyeksi kita 5,4 sampai 6,2 persen. Kita sama-sama berdoa. Kita berusaha, saling sinergi kolaborasi. Kita inovasi bahwa tahun 2022 kita optimistis Bali bangkit lagi. Tumbuh tinggi, bahkan lebih tinggi dari proyeksi nasional,” tambahnya.
Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan kisaran 4,6 sampai 5,4 persen.
Sementara itu, faktor penahan saat ini, diakuinya, memang pemulihan wisatawan mancanegara (wisman) yang masih sangat terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/trisno-nugroho-dalam-acara-obrolan-santai-bi-bareng-media.jpg)