Breaking News:

Berita Bali

Hari Ini, Komplotan Mata Elang Penebas Gede Budiarsana Bakal Diadili

Para pelaku penebasan yang mengakibatkan korbannya, Gede Budiarsana meregang nyawa akan diadili.

Tribun Bali/Putu Supartika
Banjar Sanga Agung, Desa Tegal Harum, Denpasar menggelar upacara pecaruan atau pembersihan Kamis, 29 Juli 2021. Pecaruan digelar di pertigaan Jalan Gunung Rinjani - Jalan Gunung Kalimutu, Denpasar, yang merupakan lokasi penebasan oleh debt collector hingga menewaskan satu orang pada Jumat 23 Juli 2021 lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Para pelaku penebasan yang mengakibatkan korbannya, Gede Budiarsana meregang nyawa akan diadili.

Para pelaku adalah I Wayan Sadia, Benny Bakarbessy, Jos Bus Likumahwa, I Gusti Bagus Christian Alevanto alias Evan, Fendy Kainama, Gerson Pattiwaelapia, dan Dominggus Bakar Bessy alias Boncu.

Mereka akan menjalani sidang dakwaan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 30 November 2021.

Diketahui, ketujuh terdakwa tersebut merupakan komplotan mata elang atau debt collector

Baca juga: Para Tersangka Penebas Gede Budiarsana Dilimpahkan ke Kejari Denpasar,Sadia Diancam 15 Tahun Penjara

"Iya hari ini sidang dakwaan," terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadharma Diputra saat dikonfirmasi.

Sebagaimana tertera dalam berkas perkara pelimpahan, oleh JPU, terdakwa I Wayan Sadia yang melakukan penebasan terhadap korban Gede Budiarsana disangkakan Pasal 338 KUHP.

Wayan Sadia diduga dengan sengaja menghilangkan jiwa (nyawa) orang lain, di mana ancaman pidananya selama 15 tahun penjara. 

Baca juga: Satu Korban Penebasan di Jalan Subur Denpasar Selamat, Kini Sudah Pulang Dari RSUP Sanglah

Sementara tersangka Benny Bakarbessy dkk yang melakukan pengeroyokan terhadap korban selamat Ketut Widiada alias Jero Dolah, disangkakan Pasal 351 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama dua tahun dan delapan bulan.

Juga Benny dkk disangkakan Pasal 170 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 5,5 tahun. Atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat juncto Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP.

Seperti diketahui, dalam berkas pertama dengan terdakwa I Wayan Sadia dijelaskan, bahwa peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 23 Juli 2021 sekitar pukul 16.45 Wita bertempat di Simpang Jalan Subur-Kalimutu, Banjar Monang-Maning, Denpasar Barat.

Sadia menebas korban Gede Budiarsana di bagian pergelangan kedua tangan, lengan, serta dua kali tebasan pada kepala belakang korban menggunakan pedang.

Sementara dalam berkas lainnya, tersangka Benny dkk pada waktu dan hari yang sama di dalam kantor PT Beta Mandiri Multi Solusien, Jalan Gunung Patuha VII, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, telah melakukan pengeroyokan dan atau penganiyaan serta membawa senjata tajam tidak pada tempatnya.

Pengeroyokan tersebut diduga dilakukan oleh tersangka Benny dkk dengan cara memukul kedua korban secara bersama-sama, kemudian semua terdakwa mengejar korban. (*)

Berita lainnya di Penebasan di Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved