Breaking News:

Berita Badung

Dispar Badung Akui Pelaku Pariwisata Dilema dengan Kondisi Covid-19 Varian Omicron Saat Ini

Pihaknya mengaku dengan diberlakukan kebijakan baru harapan untuk mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara semakin sulit

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Plt Kepala Dinas Pariwisata Badung Cokorda Raka Darmawan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Munculnya varian baru Covid-19 yang bernama Omicron atau B.1.1.529 membuat pemerintah pusat kembali mengeluarkan kebijakan untuk memperketat masuknya orang asing ke Indonesia khususnya Bali.

Namun dengan kondisi wabah seperti ini, pelaku pariwisata pun menjadi dilema lantaran terkesan tarik ulur.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Badung, Cok Raka Darmawan tak menampik hal tersebut.

Pihaknya mengaku dengan diberlakukan kebijakan baru harapan untuk mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara semakin sulit.

Baca juga: 3 Negara di Benua Asia Laporkan Kasus Pertama Varian Baru Covid-19 Omicron

Namun dibalik itu potensi wisatawan domestik juga sangat potensial.

"Saat ini,  pertumbuhan untuk kunjungan wisatawan  domestik ke Bali tergolong bagus.Namun kebijakan itu juga demi kesehatan masyarakat," ujarnya Kamis 2 Desember 2021.

Meski pengusaha banyak yang dilema, namun dengan situasi saat ini tentu harus melihat dari sisi kebijakan tentang  pengaturan tentang PPKM yang menjadi prioritas. Termasuk dibukanya border internasional oleh pemerintah pusat.

"Pemerintah sudah berusaha membuka pariwisata, namun kondisinya seperti ini," ucapnya.

Namun sekarang dengan adanya varian baru bernama Omicron atau B.1.1.529 yang muncul pertama di Afrika kemudian  menyebar ke Asia dan Australia, maka pemerintah pusat juga melakukan langkah cepat untuk antisipasi agar varian baru tersebut tidak masuk ke Indonesia. Bahkan Cok Darmawan mengaku kebijakan yang diambil pemerintah sangat tepat.

"Tentu kebijakan pemerintah pusat sudah bagus dalam rangka melindungi warga negara. Jangan sampai gelombang keempat seperti di Eropa juga terjadi di Indonesia, termasuk Bali dan Badung," terang Cok Raka Darmawan.

Selain itu Pemerintah juga sudah melakukan penanggulangan dengan baik. Mulai dari melaksanakan vaksinasi secara maksimal dengan presentasi yang tinggi.

"Intinya jangan kita lengah karena  beresiko sangat tinggi. Terapkan prokes dengan baik," bebernya.

Namun  disisi lain perekonomian masyarakat juga  tidak boleh mati, sehingga  pelaku usaha sangat dilema dalam situasi sekarang ini.

Menurutnya pelaku usaha sangat menghormati pemerintah dan menjaga keselamatan diri sendiri, termasuk warga umum. Tapi disisi lain sudah hampir 2 tahun berjalan sangat mempengaruhi perekonomian tentu berat buat mereka.

Baca juga: DAFTAR 23 Negara Sudah Diserang Varian Omicron, Tidak Parah bagi yang Sudah Divaksin

"Dengan adanya kebijakan seperti ini, kemudian karantina dari luar yang tujuannya untuk  memproteksi yang awalnya karantina 3 hari dan sekarang menjadi 7 hari tentu itu sangat menyulitkan mau pun memberatkan untuk mengharapkan wisatawan manca negara hadir. Mau tidak mau mereka juga harus mengikuti karena keduanya sangat penting yakni kesehatan dan pariwisata," terangnya.

Lebih lanjut birokrat asal Gianyar ini mengakui adanya potensi  pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik tentu ini  sangat menggembirakan di masa paceklik ini. Bahkan kunjungan bisa mencapai 10 ribu per harinya.

"Meski ada kebijakan baru karena adanya varian virus baru, kita harap jangan diperketat untuk domestik. Kita di Indonesia vaksinasi sudah persentase tinggi, jangan diperketat tetapi prokes wajib diterapkan secara ketat dan disiplin," pintanya. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Badung
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved