Berita Bali

Diciduk Terlibat Mengedarkan Ganja dan Sabu, Ferry dan Reynaldi Terancam 12 Tahun Penjara

Ferry (33) dan Reynaldi Pardosi (27) telah menjalani sidang dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

internet
Ilustrasi Ganja - Ferry (33) dan Reynaldi Pardosi (27) telah menjalani sidang dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ferry (33) dan Reynaldi Pardosi (27) telah menjalani sidang dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kedua terdakwa tersebut didakwa karena diduga terlibat mengedarkan narkotik jenis ganja dan sabu.

Sebagaimana dakwaan yang dipasang JPU, Ferry dan Reynaldi pun terancam pidana penjara selama 12 tahun.

"Kedua terdakwa sudah diadili. Oleh jaksa penuntut, mereka dikenakan dakwaan alternatif. Atas dakwaan jaksa, kedua terdakwa tidak mengajukan keberatan," terang Pipit Prabhawanty selaku penasihat hukum para terdakwa saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin, 6 Desember 2021.

Baca juga: Kembali Ditangkap Edarkan Sabu, Residivis Narkotik, Abdullah Zemi Diganjar 14 Tahun Penjara

Dalam dakwaan kesatu JPU, kata Pipit, kedua kliennya tersebut dinilai melanggar pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. Atau kedua, pasal 111 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang yang sama. 

"Ketiga, perbuatan terdakwa diancam pidana dalam pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1)  Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik," papar pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Sementara itu, iungkap dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Ferry dan Reynaldi ditangkap di kosnya di Jalan Dewi Madri, Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Minggu, 29 Agustus 2021 sekira pukul 10.30 Wita. 

Baca juga: Buron 6 Tahun Kasus Narkotik Diamankan di Surabaya, NJ Dijebloskan ke LPP Kelas II A Kerobokan

Ini berawal saat Reynaldi menelpon Ferry dan mengatakan Cecep Dirman Efendi (berkas terpisah) bekerja menempel narkotik.

Jika ferry tertarik, Cecep bisa menghubungi bosnya. Ferry pun tertarik dan setuju dengan pekerjaan itu.

Berselang beberapa hari, Ferry langsung ditelpon oleh Randy (DPO) dan ditugasi mengambil tempelan ganja seberat setengah kilogram.  

Karena Ferry sedang dalam perjalanan dari Banyuwangi menuju Bali, ia pun menyuruh Lin (DPO) mengambil tempelan ganja itu di daerah Canggu.

Paket ganja berhasil diambil, Ferry kemudian memerintahkan Lin memecah ganja tersebut menjadi 36 paket. 

Baca juga: Diupah Rp 50 Ribu Menempel Sabu di Denpasar, Adi Saputra Diganjar 6 Tahun Penjara

Setelah tiba di Bali, Ferry lalu menempel puluhan paket ganja itu di seputaran Jalan Antasura dan Renon.

Selain menempel paket ganja, Ferry juga diperintah menempel paket sabu oleh Rendy. 

Dari pekerjaan itu ia telah menerima upah Rp 1,5 juta. 

Namun aksi para terdakwa segera tercium pihak kepolisian Polda Bali.

Keduanya berhasil dibekuk di kamar kosnya. Kemudian dilakukan penggeledahan, hasilnya ditemukan ganja seberat 78,37 gram netto, sabu seberat 11,27 gram netto.

Selain itu diamankan juga satu timbangan elektrik dan barang bukti terkait lainnya. (*)

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved