Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banyak Warga Terluka Bakar, Dokter Bedah Plastik Dikirim ke Lereng Semeru

Merespons permintaan bantuan tenaga medis dalam penanganan korban luka bakar akibat erupsi Gunung Semeru,

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Karsiani Putri
AMAN ROCHMAN / AFP
Abu menutupi rumah dan pepohonan di lereng Gunung Semeru di Lumajang pada 5 Desember 2021, sehari setelah letusan gunung berapi di gunung yang menewaskan sedikitnya 14 orang. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Merespons permintaan bantuan tenaga medis dalam penanganan korban luka bakar akibat erupsi Gunung Semeru, Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) siap menerjunkan dokter yang dibutuhkan dari wilayah terdekat.

"Iya sudah ada (koordinasi). Jadi kami dari bedah plastik untuk mengelola korban luka bakar akibat erupsi Gunung Semeru," kata Ketua Perhimpunan Bedah Plastik Indonesia dr Najat saat dihubungi Tribun, Senin (6/12).

Baca juga: Peringatan Dini Erupsi Semeru Tidak Terdengar? Warga Diam Videokan Erupsi, Ini Kata Gubernur Jatim

Baca juga: Balita Sempat Terjebak di Legian, Banjir di Puluhan Lokasi di Denpasar dan Badung

Ia mengatakan, ada dua dokter spesialis bedah plastik yang diterjunkan dari wilayah terdekat. Yakni, satu yang dari Malang dan satu dari Jember.

"Dua daerah itu ada spesialis bedah plastiknya. Kemudian di-backup dari Surabaya. Jadi PERAPI cabang Jawa Timur, kemarin malam sudah sampai sana. Dokter spesialis bedah plastik sudah mengidentifikasi kondisi lapangan," jelas Dokter Najat.

Selain ini, ada pula dokter yang akan bertugas di RS Haryoto, jika pasien yang sudah teridentifikasi membutuhkan penanganan lanjutan akan dibawa ke Jember.

"Jadi dikelola di Jember dan kami secara bergantian mengirim tenaga tim tenaga bedah plastik. Karena kemungkinan tiga hari akan dirotasi akan digilir. Kalau pengelolaan lainnya bisa dikerjakan oleh dokter di sana, jadi enggak masalah," terang dia.

Dokter Najat menyatakan, sejauh ini laporan terkait korban luka bakar perlu ditangani sebanyak 25 orang.

Namun jumlah korban memungkinkan masih terus bertambah, lantaran proses indentifikasi di lapangan terus berlangsung.

"Saya dapatkan info itu 25 korban itu di RSUD Pasuruan dikelola di sana dan nanti yang agak berat dikirim ke RS Haryoto itu masih berkembang terus proses di lapangan masih berlangsung," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah kini fokus menyelamatkan korban bencana erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Baca juga: Balita Sempat Terjebak di Legian, Banjir di Puluhan Lokasi di Denpasar dan Badung

Baca juga: Mempunyai Kedudukan yang Tersohor dan Berkemauan Keras, Ini Perjalanan Lahir Selasa Paing Pujut

Baca juga: KPK Periksa Mantan Kepala Bappelitbang, Kasus Dugaan Suap DID Tabanan Tahun 2018

Adapun korban akibat erupsi Gunung Semeru banyak mengalami luka bakar parah.

Selain itu, ada pula korban cedera yang tertimpa reruntuhan bangunan. Bahkan ada korban yang alami luka bakar sampai 80 persen. Karena itu, sedang diperhatikan secara khusus untuk korban-korban yang terbakar.

"Kami meminta bantuan dokter spesialis dan dokter sub spesialis untuk menangani, kemudian dokter bedah plastik, kemudian perawat yang sudah pengalaman merawat orang terbakar, dan seterusnya. Tadi saya sudah meminta Pak Menkes untuk segera mengirimkan bantuan-bantuan itu," ucap Muhadjir.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Arini Widodo SpKk menjelaskan, luka bakar dapat disebabkan oleh api, cairan atau uap panas, kontak dengan benda atau zat panas seperti minyak atau tar, bahan kimia, atau listrik.

"Saat mengevaluasi luka bakar, dokter melihat dua faktor yakni berapa dalam luka bakar dan ukuran luka bakar yang diukur dengan persen total luas permukaan tubuh," ujar Dokter Arini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved