Serba Serbi
Pegatwakan, Akhir dari Serangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan Sebentar Lagi
Kini tiba saatnya memasuki wuku Pahang. Wuku Pahang diperingati selama seminggu, sejak tanggal 12-18 Desember 2021
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam kekawin Nitisastra, bahwa perkataan itu dapat menimbulkan kebahagiaan dan mendatangkan teman.
Tetapi perkataan juga bisa membawa penderitaan, bahkan kematian.
Kekuatan-kekuatan negatif yang ada pada perkataan itulah yang diputus, dihilangkan, ditiadakan, dibunuh hingga hilang sama sekali atau putus. Hilang semua tatkala hari suci Pegatwakan.
Sehingga umat Hindu semakin menjadi putus, yakni mencapai kesempurnaan, meraih derajat kehidupan yang lebih baik baik dan sempurna.
Hal ini dijelaskan dalam Alih Aksara, Alih Bahasa, dan Kajian Lontar Sundarigama.
Untuk itu, disarankan agar umat Hindu tidak lupa melakukan sembahyang dan yoga semadi. Serta membuat sesajen berupa canang wangi-wangian, ditujukan kepada para dewa.
Membuat juga sasayut dirgayusa, panyeneng, dan tatebus untuk dipersembahkan kepada Sang Hyang Tunggal. (*)
Artikel lainnya di Serba Serbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-sembahyang-galungan-2021.jpg)