Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Perlu Anggaran Rp 80 Miliar, Tuntaskan Banjir di Jalan Dewi Sri Kuta dan Sekitarnya

Banjir di wilayah Kuta tepatnya di Jalan Dewi Sri dan sekitarnya dipastikan bisa tertangani.

Tribun Bali/Agus Aryanta
Dinas PUPR Badung saat melakukan penyedotan air di wilayah banjir di Jalan Dewi Sri Kuta pada Senin 6 Desember 2021 - Perlu Anggaran Rp 80 Miliar, Tuntaskan Banjir di Jalan Dewi Sri Kuta dan Sekitarnya 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Banjir di wilayah Kuta tepatnya di Jalan Dewi Sri dan sekitarnya dipastikan bisa tertangani.

Hanya saja membutuhkan dana yang cukup besar yakni mencapai puluhan miliar.

Anggaran itu nantinya untuk melakukan normalisasi sungai dan pengadaan pompa, sehingga air bisa dibuang langsung ke pantai.

Bahkan normalisasi sungai dengan pengadaan pompa itu pun sudah dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Badung, namun belum terealisasi.

Baca juga: Banjir yang Merendam Wilayah Denpasar Kini Mulai Surut, Terhitung Ada 14 Titik Banjir

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Badung IB Surya Suamba mengaku normalisasi sungai di Tukad Mati sudah dirancang dari dulu, hanya saja belum terealisasi.

"Kalau normalisasi dengan penambahan pompa maka kami yakin permasalahan banjir di Kuta bisa diselesaikan," ujarnya, Selasa 7 Desember 2021.

Pihaknya mengaku, ada 3 titik pencegahan atau implementasi pemasangan pompa, yaitu di kawasan Kartika Plaza, kawasan Jalan Dewi Sri, dan kawasan Jalan Arjuna Kecamatan Kuta.

Sesuai rancangan aplikasi pompa yang nantinya di pasang di Kartika Plaza akan bisa bekerja secara otomatis.

"Jadi pompa menggunakan aplikasi pump gate dengan pintu masuknya air. Sehingga bisa menyala secara otomatis. Bahkan pompa yang digunakan khusus untuk pengendalian air yang tinggi," ucapnya.

Dia mengatakan, banjir di wilayah Kartika Plaza dan wilayah Jalan Dewi Sri nantinya dialirkan menuju Tukad Mati.

Kendati demikian pihaknya mengaku membutuhkan anggaran mencapai Rp 80 miliar untuk merealisasikan rancangan tersebut.

"Kami sudah rancang, namun belum bisa jalan. Ke depan tetap akan kami rancang dan usulkan, baik dari APBD maupun APBN," tegasnya.

Untuk saat ini, birokrat asal Tabanan itu mengaku hanya bisa menyedot secara manual.

Hal itu dilakukan untuk menyurutkan genangan air bekas banjir di wilayah tersebut.

"Sekarang ini yang bisa kita lakukan adalah percepatan proses pengeringan wilayah yang tergenang saja. Jadi kami buang ke Tukad Mati dan aliran air Tukad Mati akan cepat dibuang ke Teluk Benoa," ucapnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved