Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Perlu Anggaran Rp 80 Miliar, Tuntaskan Banjir di Jalan Dewi Sri Kuta dan Sekitarnya

Banjir di wilayah Kuta tepatnya di Jalan Dewi Sri dan sekitarnya dipastikan bisa tertangani.

Tayang:
Tribun Bali/Agus Aryanta
Dinas PUPR Badung saat melakukan penyedotan air di wilayah banjir di Jalan Dewi Sri Kuta pada Senin 6 Desember 2021 - Perlu Anggaran Rp 80 Miliar, Tuntaskan Banjir di Jalan Dewi Sri Kuta dan Sekitarnya 

Dia mengatakan, saat ini banjir sudah surut.

Bahkan masyarakat sudah kembali ke rumahnya yang sebelumnya tergenang air.

Setiap musim hujan wilayah Dewi Sri Kuta, Badung kerap terjadi banjir. Genangan air susah sekali surut sebelum dilakukan penyedotan oleh pemerintah setempat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Badung mengaku belum bisa menyelesaikan masalah banjir tersebut.

Suamba mengaku untuk menyelesaikan masalah banjir perlu dilakukan normalisasi di Tukad Mati.

"Jadi kalau normalisasi yang dilaksanakan secara rutin, saya yakin 99 persen banjir di kawasan Dewi Sri dan sekitarnya akan tertangani," tegasnya.

"Sebenarnya di Jalan Dewi Sri itu terdapat pompa air yang bisa langsung memompa genangan air. Namun karena Tukad Mati penuh sehingga air tetap meluap," ucapnya.

Dia mengatakan, dalam penanganan banjir di Jalan Dewi Sri dan beberapa titik lainnya pihaknya menurunkan 40 personel dengan 10 pompa, besar dan kecil.

Terpisah, BPBD Kota Denpasar tidak hanya menangani bencana banjir kemarin, tapi juga bencana kebakaran, pohon tumbang, dan tanah longsor.

Pohon tumbang terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai, Jalan Raya Sesetan Utara, sebelah barat kantor Gubernur Bali, Jalan Drupadi.

Baca juga: 16 KK Kena Dampak Banjir Bandang di Pekutatan Jembrana, Sudah Terjadi 4 Kali Dalam Setahun

Tanah longsor terjadi di Jalan Tunjung Tutur, Gang Taman Sari 5.

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Ardy Ganggas mengatakan, cuaca ekstrem ini ada kaitannya dengan fenomena La Nina.

"La Nina ini kan adalah fenomena alam yang keterkaitan, berdampak pada curah hujan semakin tinggi. Nah kebetulan sekali, di bulan Oktober, November dan Desember ini curah hujan memang waktunya. Plus ditambah ini (La Lina) akan meningkat," ujarnya.

Terkait banjir yang tersebar di wilayah Denpasar dan Badung, Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Adhi Ardhana alias Gung Adhi mengatakan, pihaknya sebenarnya sempat memanggil dan melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait, Oktober lalu.

Dalam rapat tersebut, dilaporkan kesiapan dari Bali dalam mengantisipasi tingginya curah hujan dan angin kencang pada musim penghujan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved