Berita Internasional
Kasus Covid-19 di Australia Kembali Meningkat, Varian Omicron Mulai Menyebar
Kami baru-baru ini melihat peningkatan penularan di tempat-tempat publik yang lebih besar, dan itu tentu saja merupakan faktor yang berkontribusi
Menurut penelitian mereka, muatan baru strain Omicron mudah menginfeksi kembali, bahkan bagi orang yang telah divaksinasi ataupun pernah terinfeksi varian lain sebelumnya.
"Penyebaran Omicron sangat cepat dan kekuatannya 4 kali lipat dari Delta serta kekebalan tubuh yang telah divaksin pun turun menjadi 20 persen," ungkap Profesor Hiroshi Nishiura, Rabu, 8 Desember 2021 dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Penelitian Jepang: Omicron Lebih Kuat 4 Kali Lipat dari Delta, Kekebalan Vaksin Hanya 20 Persen.
Tim peneliti Profesor Nishiura pun telah mengunggah momentum perluasan strain Omicron tersebut di situs web yang mendaftarkan terkait informasi genetic virus Corona Baru.
Situs tersebut pun telah melaporkan lebih dari 200 data terkait strain dari Afrika Selatan antara bulan September hingga akhir November 2021.
Berdasarkan rapat antara ahli Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang pada 8 Desember 2021 mengungkapkan bila angka reproduksi efektif yang menunjukkan berapa banyak orang yang menyebarkan infeksi adalah dengan kekuatan 4,2 kali lipat dari strain Delta, terutama di Gauteng dimana strain Omicron tersebar luas.
Profesor Hiroshi Nishiura pun menyimpulkan meskipun data tersebut bisa dikoreksi, tingkat bahaya dari strain Omicron tetap tinggi ketimbang varian lainnya.
“Artinya meskipun bias data dikoreksi, setidaknya dua kali lipat," ujarnya.
Jumlah nilai di atas pun berdasarkan perbandingan antar strain Delta yang mengalami penurunan dan Strain Omicron yang meningkat pesat.
Lebih lanjut, sejauh ini, infektivasi dari strain Omicron belum diketahui.
Kekebalan Vaksin Hanya 20 Persen
Berdasarkan hasil Analisa dari masyarakat Afrika Selatan yang telah melakukan vaksinasi, tim peneliti mengungkapkan bila efektivitas vaksin terhadap varian Omicron hanya sekitar 20 persen.
Hal ini dapat berkembang pesat akibat infeksi ylang yang telah melewati kekebalan tubuh.
Baca juga: Antisipasi Varian Omicron, Bandara Ngurah Rai Perketat Pintu Masuk Kedatangan Internasional
"Bahkan di negara-negara di mana vaksinasi telah berkembang, risiko epidemi strain Omicron tampaknya tinggi,” jelas Profesor Nishiura.
Varian Omicron
Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr. Angelique Coetzee menyebutakan strain Omicron pertama kali muncul di Afrika Selatan sekitar 18 November 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/australia-lockdown.jpg)