Berita Internasional
Kasus Covid-19 di Australia Kembali Meningkat, Varian Omicron Mulai Menyebar
Kami baru-baru ini melihat peningkatan penularan di tempat-tempat publik yang lebih besar, dan itu tentu saja merupakan faktor yang berkontribusi
"Pasien Covid yang terinfeksi varian baru ini mulai muncul sekitar 18 November," katanya pada hari Minggu, 28 November 2021.
Dr. Coetzee menjelaskan bila pasien pertama yang terjangkit Omicron merupakan laki-laki berusia sekitar 30 tahunan.
"Ia mengaku 'sangat lelah' selama beberapa hari dan juga merasa nyeri tubuh dan sedikit sakit kepala," jelas Dr. Coetzee.
Meskipun begitu, pasien pertama yang terpapar varian Omicron tersebut tidak menunjukkan gejala yang biasa seperti pada varian Delta sebelumnya, seperti batuk atau pun kehilangan indera pengecap atau penciuman.
"Hanya merasa 'tenggorokannya gatal' bukan sakit," papar Dr. Coetzee.
Namun, dilansir Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Kamis, 9 Desember 2021 dalam artikel berjudul Ketahui Penyebab Munculnya Varian Omicron yang Telah Ditetapkan WHO Sebagai VOC, sejak WHO menetapkan varian ini menjadi Varian of Concern (VOC), beberapa negara mulai memberlakukan protokol yang ketat.
Sebagian epidemiolog menyebutkan jika varian ini perlu diwaspadai.
Pertama, penyebaran yang cepat dan sudah ditemukan di berbagai dunia.
Kedua, adanya kemungkinan infeksi ulang.
Dan ketiga, serangan pada sistem imun.
Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman, memang ada beberapa faktor yang memicu munculnya varian super ini.
Pertama adanya ketimpangan vaksin pada suatu negara. Namun menurut Dicky tidak hanya itu, ada faktor lainnya.
"Iya karena jelas karena ketimpangan vaksin, menjdi penyebab. Tapi bicara penyebab dari satu varian super ini timbul multifaktor. Bukan hanya vaksin tidak merata di dunia," ungkapnya pada Tribunnews, Selasa , 30 November 2021.
Kedua, karena kurang baiknya suatu negara dalam mendeteksi virus. Baik itu testing, tracing dan treatment (3T) dan juga surveilance genomic.
"Melalui 3T terutama survelen genomic tidak merata dan kuat di banyak negara, seperti Afrika, akhirnya menghasilkan varian ini," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/australia-lockdown.jpg)