Breaking News:

Berita Buleleng

Pemkab Buleleng Susun Draf SK Cagar Budaya, Gratis Masuk Rumah Ibu Soekarno dan Masjid Agung Jami'

Dinas Kebudayaan Bali telah menerbitkan surat rekomendasi penetapan cagar budaya untuk rumah milik ibunda Soekarno yakni Nyoman Rai Srimben

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Masjid Agung Jami' Singaraja mendapat rekomendasi untuk ditetapkan menjadi situs cagar budaya - Pemkab Buleleng Susun Draf SK Cagar Budaya, Gratis Masuk Rumah Ibu Soekarno dan Masjid Agung Jami' 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Kebudayaan Bali telah menerbitkan surat rekomendasi penetapan cagar budaya untuk rumah milik ibunda Soekarno yakni Nyoman Rai Srimben dan Masjid Agung Jami' Singaraja.

Dengan terbitnya surat rekomendasi tersebut, maka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana kini dapat melakukan penetapan cagar budaya terhadap dua situs tersebut.

Surat rekomendasi itu telah diterbitkan akhir November lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan draf Surat Keputusan (SK) Bupati Buleleng terkait penetapan cagar budaya terhadap kedua situs tersebut.

Baca juga: Rumah Nyoman Rai Srimben dan Masjid Agung Jami di Buleleng Dapat Rekomendasi Penetapan Cagar Budaya

"Draf masih kami konsultasikan di Bagian Hukum Setda Buleleng," ucapnya, Kamis 9 Desember 2021.

Jika SK itu sudah selesai, maka pihaknya akan segera mencarikan hari baik untuk penyerahan SK ke pengelola situs.

Di mana pengelola khusus untuk situs cagar budaya rumah Nyoman Rai Srimben adalah keluarga besar dari Nyoman Rai Srimben.

Sementara pengelola situs cagar budaya Masjid Agung Jami' Singaraja merupakan takmir masijd setempat.

"Masing-masing situs nanti dikelola oleh warga setempat yang menguasai sebelumnya. Kami di pemerintah juga mengagendakan penyiapan pemandu wisata di situs tersebut," ujar Gede Dody Sukma Oktiva Askara.

"Dimana pemandu wisatanya adalah warga setempat yang memiliki kemampuan pemandu situs sejarah yang baik, terutama menguasai sejarah dari tempat yang akan diperkenalkan kepada wisatawan," sambung dia.

Sementara terkait narasi sejarah dari dua situs tersebut, ungkap Dody juga telah disiapkan oleh Dinas Budaya Buleleng, dan sudah mendapatkan persetujuan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Bali.

Apabila nanti situs cagar budaya itu mulai dibuka untuk wisatawan, terkait retribusi ungkap Dody sementara akan digratiskan.

"Wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan karcis masuk. Tapi kalau mau memberikan donasi kepada pengelola untuk pemeliharaan, itu diperbolehkan," tutupnya. (*)

Baca juga: Rumah Ibunda Soekarno dan Masjid Jami Singaraja Dinyatakan Layak Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved