Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bulan Bung Karno

Wabup Supriatna: Hoaks dan Ketergantungan Teknologi Asing Jadi Tantangan Bangsa

Wabup Supriatna: Hoaks dan Ketergantungan Teknologi Asing Jadi Tantangan Bangsa

Tayang:
Tidak Ada/istimewa
Suasana pembukaan rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Senin (1/6/2026). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hoaks, serangan siber, hingga ketergantungan terhadap teknologi asing menjadi ancaman di tengah pesatnya perkembangan era digital. Tantangan tersebut harus dihadapi dengan penguatan literasi digital dan pengamalan nilai-nilai Trisakti yang diwariskan Proklamator RI, Ir. Soekarno.

Hal itu disampaikan Supriatna saat membuka rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Senin (1/6/2026). Acara ini dihadiri langsung oleh putri sang proklamator, Sukmawati Soekarnoputri beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng, pimpinan OPD, instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat.

Menurut Supriatna, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memang membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai ancaman yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Gagal Salip Truk di Kalianget Buleleng, Avanza Angkut Dua WNA Alami Kecelakaan

"Momentum Bulan Bung Karno harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mengedepankan sikap toleransi, meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi, adat, seni, dan budaya bangsa sendiri," ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat perlu memperkuat literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari menjaga kedaulatan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

Baca juga: Langgar Tata Ruang, DPRD Bali Desak Vila di Hutan Pejarakan Dibongkar dan Diusut Tuntas

Supriatna menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Nilai-nilai itu dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan saat ini.


Selain itu, Supriatna mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang sosok Bung Karno secara seremonial, tetapi juga mengimplementasikan nilai perjuangan, nasionalisme, dan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, Bulan Bung Karno menjadi momentum penting karena bulan Juni memiliki hubungan erat dengan perjalanan hidup Sang Proklamator. Selain diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, bulan ini juga menjadi bulan kelahiran Bung Karno pada 6 Juni dan bulan wafatnya pada 21 Juni.


"Karena itu, Bulan Bung Karno harus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara," tegasnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Nyoman Widiartha mengatakan peringatan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 bertujuan memuliakan, melestarikan, dan menggelorakan nilai-nilai luhur ajaran serta keteladanan Bung Karno.


Berbagai kegiatan telah disiapkan sepanjang Juni 2026 hingga tingkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut meliputi donor darah, aksi bersih sampah, penyaluran bantuan sosial, sosialisasi wawasan kebangsaan, hingga program pemberdayaan masyarakat.


Pembukaan Bulan Bung Karno VIII juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved