Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Internasional

Peringati Kematian Kim Jong Il, Warga Korea Utara Dilarang Tertawa dan Belanja Selama 11 Hari

Peringati kematian Kim Jong Il, warga Korea Utara dilarang tertawa dan belanja selama 11 hari

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
AFP/KIM WON JIN
FOTO ILUSTRASI WARGA KOREA UTARA. Para pelajar dan pemuda Korea Utara ambil bagian dalam acara tari merayakan 'Hari Pemuda' negara itu di alun-alun Gedung Kebudayaan di Pyongyang pada 28 Agustus 2021. Peringati kematian Kim Jong Il, warga Korea Utara dilarang tertawa dan belanja selama 11 hari. 

TRIBUN-BALI.COM - Peringati kematian Kim Jong Il, warga Korea Utara dilarang tertawa dan belanja selama 11 hari.

Aturan-aturan yang terdapat di Korea Utara sering kali terdengar kontroversial dan nyeleneh.

Baru-baru ini terungkap sebuah aturan di Korea Utara yang melarang warganya untuk menunjukkan ekspresi kebahagiaan selama 11 hari.

Aturan tersebut diberlakukan untuk mengenang 10 tahun kematian Kim Jong Il, mantan pemimpin Korea Utara, sekaligus ayah dari pemimpin Korea Utara saat ini, Kim Jong Un.

Selama periode berkabung 11 hari lamanya, Korea Utara secara eksplisit melarang warganya tertawa dan meminum alkohol.

Baca juga: Berat Badan & Kesehatannya Jadi Sorotan, Kim Jong Un Kembali Tak Hadir di Uji Coba Rudal Korea Utara

Tepat pada peringatan kematian Kim Jong Il pada 17 Desember 2021, warga Korea Utara bahkan dilarang berbelanja bahan makanan.

“Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa, atau melakukan kegiatan rekreasi,” kata seorang warga Korea Utara kepada Radio Free Asia (RFA).

Bahkan, ia menambahkan, apabila ada anggota keluarga yang meninggal di masa berkabung ini, mereka tidak boleh menangis dengan keras dan jenazahnya harus segera dibawa keluar.

“Orang-orang bahkan tidak dapat merayakan ulang tahun mereka sendiri jika tanggal lahir mereka jatuh dalam masa berkabung,” masih kata orang tersebut.

Biasanya, periode berkabung berlangsung selama 10 hari.

Namun pada periode berkabung tahun ini, jumlah ditambah satu hari untuk memperingati satu dekade kematian Kim Jong Il yang wafat pada 17 Desember 2011 lalu.

“Dulu banyak orang yang kedapatan minum atau mabuk selama masa berkabung.

Mereka ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis.

Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi,” kata sumber tersebut.

Tak hanya itu, polisi Korea Utara disebut juga telah diperintahkan untuk mencari warga yang tidak terlihat cukup gundah selama masa berkabung, menurut RFA yang mengutip sumber kedua.

Baca juga: Korea Utara Cari Pengganti Kim Jong Un, Turun Takhta?

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved