Berita Internasional
Peringati Kematian Kim Jong Il, Warga Korea Utara Dilarang Tertawa dan Belanja Selama 11 Hari
Peringati kematian Kim Jong Il, warga Korea Utara dilarang tertawa dan belanja selama 11 hari
“Mulai hari pertama Desember, mereka (polisi) memiliki tugas khusus untuk menindak mereka yang merusak suasana berkabung kolektif,” kata sumber kedua itu.
“Ini tugas khusus polisi selama sebulan. Saya mendengar bahwa petugas penegak hukum tidak bisa tidur sama sekali,” sambungnya.
Masa berkabung tahun ini digelar berbagai kegiatan, seperti pameran seni, konser peringatan, dan pameran bunga Kimjongilia.
Namun, beberapa penduduk setempat cukup berani untuk berbicara secara anonim menentang tradisi tahunan tersebut.
Mereka mengaku, masa berkabung menyebabkan gangguan yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari.
“Saya hanya berharap masa berkabung Kim Jong Il dipersingkat menjadi satu minggu, seperti masa berkabung Kim Il-sung,” kata salah satu warga yang dikutip RFA.
“Warga mengeluh bahwa yang hidup terpaksa meratapi dua orang yang meninggal ini sampai mati,” sambungnya.
Kekuasaan Dinasti Kim di Korea Utara
Dinasti Kim sudah menguasai Korea Utara semenjak negara itu memproklamirkan kemerdekaan pada 1948.
Kim Il Sung menjadi pengawal kekuasaan dinasti Kim di Korea Utara.
Baca juga: Selama 90 Menit, Anak-anak Korea Utara Diwajibkan Mempelajari Pendidikan Agung Soal Kim Jong Un
Ia memerintah Korea Utara sejak negara itu berdiri pada 1948 hingga dirinya wafat pada 8 Juli 1994.
Kim Il Sung juga dianugerahi gelar ‘Presiden Abadi’ Korea Utara.
Tongkat kepemimpinan Kim Il Sung dilanjutkan oleh putranya, Kim Jong Il.
Ia memimpin negara di asia timur itu hingga wafat pada 17 Desember 2011.
Melansir The Telegraph, pemerintahan Kim Jong Il adalah salah satu periode tergelap dalam sejarah Korea Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemuda-korea-utara.jpg)