Info Populer

Agar Tak Kena Razia, Sopir Truk Logistik Perlu Perhatikan 5 Hal Ini Selama Libur Nataru

enjelang libur Natal dan Tahun Baru, mobilitas logistik antar daerah dan pulau akan terus berjalan normal tanpa ada penyekatan.

Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Jajaran personil polres Badung saat melakukan pemeriksaan di pos penyekatan jalan Mengwitani, Jumat (8/5/2020) 

TRIBUN-BALI.COM - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, mobilitas logistik antar daerah dan pulau akan terus berjalan normal tanpa ada penyekatan.

Hal ini tentunya menjadi berita yang cukup menggembirakan bagi para pelaku usaha, khususnya pemilik bisnis logistik.

Umumnya saat libur akhir tahun kondisi jalanan lebih ramai dari biasanya, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Ada beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan untuk bisa terus berkendara secara aman dan nyaman sampai tujuan, khususnya untuk para pemilik dan pengemudi kendaraan niaga yang akan melakukan perjalanan jauh lintas provinsi dan pulau, pada periode liburan ini.

1. Istirahat yang cukup

Baca juga: BLT UMKM Rp 1,2 Juta Cair Hingga Akhir Desember 2021, Ikuti Langkah Cek di eform.bri.co.id/bpum

Baca juga: 4 Arti Mimpi Buang Air Besar, Pertanda Buruk Finansial, Mengalami Kesulitan Keuangan

Sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) menemukan bahwa, di tahun 2009 hingga 2013, dari total 72.000 kecelakaan, yang berakibat pada sekitar 44.000 korban cedera, hingga 800 kematian diakibatkan oleh pengemudi yang kelelahan.

Dalam hal ini para pengemudi disarankan untuk melakukan perencanaan perjalanan, sehingga waktu yang terbagi untuk mengemudi dan beristirahat menjadi lebih seimbang dan teratur, serta menjadi lebih efektif untuk menghindari mengemudi dalam keadaan mengantuk.

2. Menjaga kestabilan kecepatan

Saat berkendara dengan kecepatan yang stabil dan dalam batas aman, otomatis para pengemudi mengendalikan jarak antar kendaraan dengan baik, dan bisa berjaga-jaga jika ada pengendara lain yang melakukan pengereman mendadak.

Jarak yang lebih besar antara kendaraan dan mobil di depan juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan beruntun, yang dapat membahayakan nyawa banyak pengendara.

Dikutip dari sebuah artikel oleh majalah Automotive Fleet Magazine, untuk setiap satu persen terjadinya peningkatan kecepatan, maka peluang kecelakaan pengemudi meningkat menjadi dua persen, kemungkinan cedera serius meningkat hingga tiga persen dan kemungkinan fatal seperti kematian meningkat sekitar empat persen.

3. Memperhatikan jumlah muatan yang diangkut

Salah satu kondisi kendaraan niaga yang kerap ditemui di jalan adalah muatan berlebih. Dengan kondisi jalanan yang ramai saat musim liburan, truk over dimension over loading atau ODOL dapat membahayakan tidak hanya pengemudi, tetapi juga bagi pengendara lainnya.

Yang bahaya dari truk ODOL adalah tercecernya atau jatuhnya muatan yang ada pada bagian belakang truk dan membahayakan kendaraan lain yang sedang berkendara di sisi samping atau belakang truk.

Baca juga: Makanan Pedas Menyimpan 7 Manfaat Bagi Kesehatan, Sebagai Pereda Nyeri yang Efektif

Baca juga: Makanan Ini Bisa Menyebabkan Seseorang Marah, Begini Penjelasannya

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 27 Desember 2021, Suasana Hati Taurus Buruk

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved