Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Info Populer

Salah Satunya Pereda Stres & Penyakit Mental, Ini Manfaat Musik Sebagai Obat Kesehatan Mental

Hampir semua orang suka mendengarkan musik, saat ingin berpesta, berolahraga dengan semangat, bersantai setelah penat bekerja, atau saat rindu seseora

Tayang:
Editor: Karsiani Putri
pexels.com
Ilustras Seorang wanita yang tengah mendengarkan musik 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hampir semua orang suka mendengarkan musik, saat ingin berpesta, berolahraga dengan semangat, bersantai setelah penat bekerja, atau saat rindu seseorang.

Musik seperti bisa mempengaruhi dan mengerti kebutuhan psikologi kita.

Dalam sebuah penelitian disebutkan musik bahkan bisa berpengaruh pada pemulihan kesehatan fisik manusia.

Dari situ mungkin kita bisa menganggap musik bukan hanya sekedar karya seni, tetapi "obat" bagi kesehatan manusia.

Baca juga: Termasuk Selasa Pahing, 7 Weton Anak Ini Diprediksi Bawa Banyak Rezeki di Tahun 2022

Baca juga: Simak Cara Cek Tarif Resmi Hotel Karantina Via Online

Mengutip Medical News Today, Barbara Else, penasihat senior kebijakan dan penelitian di American Music Therapy Association berkata, "Unsur-unsur musik (irama, melodi, dll) mengalir dalam fisiologi dan keberadaan kita.".

Sains melalui sejumlah penelitian kemudian membuktikan manfaat musik untuk kesehatan mental maupun fisik manusia.

Sebuah studi 2011 yang dilakukan oleh para peneliti dari McGill University di Kanada menemukan bahwa mendengarkan musik meningkatkan jumlah dopamin yang diproduksi di otak.

1. Mengurangi rasa sakit dan kecemasan

Mengutip Medical News Today, sebuah penelitian pada 2015 yang dipimpin oleh Brunel University di Inggris menemukan bahwa musik dapat mengurangi rasa sakit dan kecemasan bagi pasien yang baru selesai menjalani operasi.

Penelitian melakukan 72 uji coba dengan melibatkan 7.000 pasien yang menjalani operasi.

Peneliti menemukan bahwa pasien yang mendengarkan musik setelah operasi dilakukan, dilaporkan merasa lebih sedikit rasa sakit dan kecemasan dibandingkan dengan mereka yang tidak mendengarkan musik.

Pasien yang mendengarkan musik setelah operasi juga cenderung tidak memerlukan obat penghilang rasa sakit.

Efek positif musik tersebut lebih kuat untuk mereka yang memilih sendiri musik yang ingin didengar.

Pemimpin penelitian tersebut, Dr Catharine Meads berkata, "Jika musik adalah obat, itu bisa dipasarkan. Musik adalah intervensi yang telah dikenal, aman, murah yang harus tersedia bagi semua orang yang menjalankan operasi."

Setahun sebelumnya pada Maret, peneliti dari Denmark menemukan potensi musik yang bermanfaat bagi pasien penderita fibromyalgia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved