Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Banten Pangulapan Penting Dihaturkan Setelah Kecelakaan, Ini Cara Pembuatannya

Selain sebagai ucapan terimakasih atas segala karunia Tuhan, banten juga kerap digunakan sebagai sarana untuk menyelamatkan diri.

Penulis: Anak Agung Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
tribun bali/dwisuputra
Ilustrasi kecelakaan 

Lies dan nasi lies yaitu sebuah taledan berisi nasi maura, yang berisi kacang saur dan sebuah tampelan.

Liesnya, lies amuan-amuan. Segehan dua soroh putih kuning. Arak, berem, asep, canang, yang semuanya dalam satu wadah.

Setelah banten selesai, lalu dihaturkan dan dimohonkan agar roh yang terjatuh bisa kembali menemukan jalan pulang. Sehingga korban kembali sehat seperti sediakala.

 Menurut ida rsi, ketika seseorang terjatuh, maka banten pangulapan juga berisi tulung sayut, sanggah urip. Sanggah urip ini berarti sanga urip.

“Yaitu suatu bentuk banten untuk menangkap atau menyangga roh agar tidak goyah dan kembali ke badan kasarnya,” sebut beliau. (*)

Artikel lainnya di Serba Serbi

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved