Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Ditinggal Kerja ke Kebun, Rumah Wayan Sarni Ludes Terbakar di Desa Sibetan Karangasem

Sampai di rumah, Wayan Sarni sudah lihat tempat tinggalnya serta dapur dalam kondisi terbakar. Tembok  terbuat dari batu bata,  genteng, serta kusen

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Saiful Rohim
Petugas desa bersama pihak kepolisian mengecek lokasi kebakaran di Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Senin (27/12/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA  -  Wayan Sarni (71) warga Banjar Telaga, Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem meratapi nasib setelah kobaran api meluluhlantakkan rumah serta isinya,  Senin (27/12/2021) siang.

Kebakaran yang sempat menggegerkan warga ini terjadi di Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem.

Info di lapangan, tak ada warga yang melihat detik-detik kebakaran saat kejadian.

Maklum lokasi rumah korban berada di tengah kebun. 

Baca juga: Pohon Tumbang di Bebandem Karangasem Timpa Rumah dan Panyengker Sekolah

Pemilik baru mengetahui setelah selesai kerja di kebun.

Saat itu dinding rumahnya sudah roboh, atap hangus terbakar, sedangkan barang berharga tak bisa diselamatkan pemilik.

Perbekel Sibetan, I Made Beru Suryawan, mengungkapkan, kebakaran kemungkinan karena kelalaian si pemilik rumah.

Wayan Sarni bersama istrinya Nyoman Resni sempat memasak di dapur memakai kayu bakar sebelum  berangkat kerja.

Setelah memasak pemilik rumah lupa mematikan bekas api.

"Sekira pukul 06.00 wita memasak di dapur mengunakan kayu bakar. Sekitar pukul 08.00 wita selesai memasak. Sedangkan api di tungku tidak dimatikan. Kemudian pemilik rumah pergi ke kebun untuk kerja dan lihat pohon salak,"kata  Beru Suryawan.

Pemilik rumah pulang dari bekerja sekitar pukul 10.00 wita.

Sampai di rumah, Wayan Sarni sudah lihat tempat tinggalnya serta dapur dalam kondisi terbakar. Tembok  terbuat dari batu bata,  genteng, serta kusen hangus.

Bangunan terbakar berukuran 6 x 6.5 meter. Sang pemilik syok lihat kejadian.

"Melihat kejadian, pemilik memanggil warga sekitar untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Memakai air bak PDAM, sehingga kobaran api dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa," imbuhnya.

Akibat kejadian, pemilik mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Mengingat dalam rumah berisi uang tunai Rp 12 juta. Beberapa surat berharga. Seperti KTP, KK, Kartu Kesehatan, serta BLT. Peralatan dapur, 2 unit tempat tidur, pakaian.

Baca juga: Kisah Getir Adik Tiari Hidup Miskin di Karangasem, Ayah Meninggal, Ibu Meninggalkan

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved