Berita Gianyar

Gianyar Persiapkan Mall untuk Milenial di Tahun 2022. Bupati Mahayastra: Tidak Pakai APBD

pembangunan mall di tanah eks Hardys yang berada di barat laut Alun-alun Gianyar akan mulai tender pada Mei 2022 sudah tender.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Badrun
Suasana malam di Kota Gianyar, Bali. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bupati Gianyar, Made Mahayastra menargetkan tahun 2022 menjadi tahun milenial.

Dimana, pembangunan mall di tanah eks Hardys yang berada di barat laut Alun-alun Gianyar akan mulai tender pada Mei 2022 sudah tender.

Namun dalam hal ini, Pemkab Gianyar menegaskan tidak akan menggunakan APBD dalam pembangunannya.

Melainkan akan dibangun oleh investor dengan perjanjian yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar. 

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Senin 27 Desember 2021 mengatakan, pihaknya telah memikirkan Gianyar harus memiliki mall sejak dua tahun lalu.

Baca juga: Promo Superindo 27 Desember 2021, Minyak Goreng Rp33.900, Sosis mulai Rp21.450, Giv Cair Rp15.900

Baca juga: Promo HokBen Hari Ini 27 Desember 2021, Dengan Rp 470 Ribu untuk 20 Paket Pilihan

Baca juga: Resep Ayam Panggang Saus Ikan Teri, Kreasi Olahan Ayam untuk Tahun Baruan

Hal tersebut dikarenakan pihaknya melihat, gaya beli kaum milenial cukup tinggi.

Selain itu, dengan adanya mall yang menyuguhkan spot anak muda, akan membuat suasana Kota Gianyar hidup.

"Sekarang saya menyasar kaum milenial. Gianyar akan menjadi suatu bibit kehidupan malam yang memutar perekonomian. Pasar tradisional tutup jam 5 sore, lalu disambung oleh mall," ujarnya. 

Adapun isi mall tersebut nantinya, kata dia, adalah segala spot yang diminati milenial.

Baik itu kuliner seperti donkin donat, Starbucks, bioskop dan sebagainya yang diminati kaum milenial.

Namun Mahayastra menegaskan, pembangunannya nanti tidak menggunakan APBD Gianyar. 

"Pembangunannya itu bukan dari APBD. Saya akan carikan investor dengan perjanjian. Pembuatan  perjanjiannya nanti kita akan gandeng orang yang mumpuni. Agar kita tidak mati dalam perjanjian," tandasnya.

Dalam hal ini, Mahayastra mengatakan pihak memasang nilai investasi untuk investor tersebut sekitar Rp 70-75 miliar.

Sebab, kata dia, jika nilainya lebih dari itu, pihaknya meyakini tidak ada investor yang mau menginvestasikan modalnya dalam membangun Gianyar.

Sebab, kata dia, jika berinvestasi Rp 100 miliar dalam pembuatan mall, maka ia baru akan balik modal pada 30 tahun mendatang.

Baca juga: SINOPSIS Ikatan Cinta Senin 27 Desember 2021, Andin Merasa Kecewa Dengan Al & Mama Rosa 

Baca juga: Bantuan Kuota Data Internet untuk Anak Sekolah Tak Akan Berlanjut Pada Tahun 2022 Mendatang

Baca juga: KABAR TERKINI Kasus Subang: Kehidupan Yoris Berubah Drastis, Danu Punya Rencana Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved