Berita Jembrana
Sembunyi di Truk, Delapan Remaja Berdandan Punk Dipergoki Aparat TNI Pelabuhan Gilimanuk
Sayangnya, aksi kedelapan remaja tanpa identitas ini kepergok oleh petugas jaga TNI AL dan AD di Pelabuhan Gilimanuk.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Ketatnya pengamanan masuk dan keluar Pelabuhan Gilimanuk, tidak menyurutkan niat delapan remaja berdandan ala punk untuk keluar Bali.
Sayangnya, aksi kedelapan remaja tanpa identitas ini kepergok oleh petugas jaga TNI AL dan AD di Pelabuhan Gilimanuk.
Mereka pun dikembalikan ke Pulau Jawa dengan Kapal Motor Penyeberangan (KMP).
Danposal Gilimanuk Kapten Laut (P) Ajat Sudrajat mengatakan, bahwa pihaknya dengan rekan stakeholder yang lain, memang bertugas untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh baik barang dan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk. Baik kendaraan yang akan masuk atau keluar Bali.
Baca juga: Pengelola Angkutan Truk Didenda Rp 10 Juta karena Langgar ODOL di Jembrana
Pihaknya mendapat informasi bahwa ada delapan anak berdandan ala punk, atau anak jalanan ini memaksa menumpang truk.
Dan sopir tidak dapat berbuat apa-apa.
Akhirnya, dari informasi tersebut didalami dan mereka diturunkan paksa ketika masuk di Pelabuhan.
“Jadi informasi yang kami terima ada anak jalanan berdandan punk, memaksa menumpang truk. Sopir tidak dapat berbuat apa-apa.
Dari situ akhirnya kami lakukan pemeriksaan setiap truk dengan memeriksa bak truk dan mendapati delapan anak ini bersembunyi,” ucapnya Rabu 29 Desember 2021.
Ajat mengaku, yang membuat pihaknya dan aparat lain miris ialah, selain menumpang dan mencoba menyusup keluar, ternyata mereka belum makan.
Dan ketika diperiksa lebih lanjut, tidak memiliki uang dan identitas.
Akhirnya pihaknya pun melakukan pendekatan secara humanis dan meminta untuk kembali, dan meminta tidak melakukan aksinya menyusup lagi. Apalagi, mereka tidak memiliki identitas yang jelas.
“Kami sampai belikan makan. Mereka juga tidak ada uang dan juga identitas. Vaksin dan Rapid sudah pasti tidak punya,” ungkapnya.
Ajat mengaku, mereka diamankan dan dipulangkan pada Selasa 28 Desember sekitar pukul 18.30 Wita usai dipergoki pada sore harinya.
Dari pengakuan delapan anak yang tubuhnya dipenuhi tato ini, berasal dari sejumlah daerah di pulau Jawa.
Baca juga: Jembrana Bersiap Budidaya Tanaman Pinang Betara, Hasil Panen Akan Dibeli Perusahaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/delapan-anak-berdandan-punk-yang-terciduk-petugas.jpg)