Berita Gianyar

Cok Nindia Minta Perbaikan Jalan, Buntut Proyek Paving di Depan Puri Peliatan Gianyar

Pangelisir Puri Agung Peliatan, Tjokorda Putra Nindia turun tangan terkait proyek pedestrian di Jalan Raya Peliatan

istimewa
Dinas PU Gianyar saat mengecek kondisi paving pasca pertemuan dengan tokoh Puri Agung Peliatan, Selasa 28 Desember 2021 malam - Cok Nindia Minta Perbaikan Jalan, Buntut Proyek Paving di Depan Puri Peliatan Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pangelisir Puri Agung Peliatan, Tjokorda Putra Nindia turun tangan terkait proyek pedestrian di Jalan Raya Peliatan, tepatnya di depan Puri Agung Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

Informasinya proyek tersebut kerap memicu kecelakaan sepeda motor.

Cok Nindia menggelar rapat dengan pihak terkait guna membahas dan memecahkan persoalan-persoalan yang menyebabkan jalan paving garapan pemerintah ini menjadi petaka pengendara motor.

Pertemuan yang digelar pada, Selasa 28 Desember 2021, dihadiri Kapolsek Ubud AKP I Made Tama, Pjs Wadanramil Ubud Kapten Inf I Wayan Sudana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gianyar, I Wayan Karya, Camat hingga Bendesa Peliatan.

Baca juga: 44 Ruas Jalan di Tabanan Diperbaiki Tahun Ini, Rusak Berat Masih Tersisa 9,13 Persen

Dalam pertemuan yang berlangsung di Puri Agung Peliatan, Cok Nindia yang merupakan mantan Sekda Gianyar itu menyampaikan aspirasi masyarakat.

Kata dia, semenjak adanya jalan paving di depan Puri Agung Peliatan, banyak pengendara sepeda motor yang kecelakaan tunggal.

"Sudah banyak memakan korban karena jatuh, lalu mengalami luka-luka karena faktor kanstin kursi ( pengunci paving) yang berada di pinggir paving utara dan selatan," ujar Cok Nindia, Rabu 29 Desember 2021.

Ia meminta agar persoalan ini segera ditindaklanjuti oleh Dinas PU Gianyar yang membidangi proyek tersebut.

"Harus ditindaklanjuti sekarang juga untuk melakukan pengaspalan susulan dari bibir pengunci paving untuk menghindari terjadinya kecelakaan lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama juga mengatakan hal serupa.

Ia mengungkapkan, selama ini telah mengetahui adanya persoalan kecelakaan lalu lintas sejak adanya paving.

"Beberapa laporannya sudah diterima dan ditangani di Unit Lalu lintas tentang adanya kecelakaan yang disebabkan tingginya pengunci paving yang berada di ujung selatan dan ujung utara," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, tujuan dari dibuatnya pedestrian tersebut justru untuk menghindari kecelakaan.

Dengan jalan dinaikkan seperti itu, kata dia, akan memelankan laju kendaraan.

"Pedestrian ini dengan karakter jalan bebatuan, tentunya dimaksudkan agar pengguna jalan pelan-pelan. Ini kok malah tetap tancap gas , ya fatal akibatnya," ucapnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved