Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Curah Hujan Tinggi, Petani di Subak Citra Bongkasa Badung Terancam Gagal Panen

Pasalnya padi yang ditanamnya terancam gagal panen, lantaran curah hujan yang begitu tinggi

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Komang Agus Aryanta
I Putu Parwata salah satu petani di Desa Bongkasa yang mengalami gagal panen saat ditemui di sawahnya pada Jumat 31 Desember 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sampai saat ini petani di Badung khususnya di Subak Citra Bongkasa, Desa Bongkasa Abiansemal Badung cemas.

Pasalnya padi yang ditanamnya terancam gagal panen, lantaran curah hujan yang begitu tinggi

Salah satu petani I Putu Parwata saat ditemui di  sawahnya mengakui jika dirinya tidak bisa berbuat banyak.

Pasalnya padi jenis Inpari yang ditanamnya kini terancam gagal panen.

Mengingat dengan usia dua bulan, padi miliknya sudah terlihat kering dan tidak subur.

Baca juga: HUT ke-71 Ajudan Jenderal TNI AD, Ajendam IX/Udayana Undang Para Sesepuh

Baca juga: Nikmatnya Ayam Bakar Pedas Bu Menik, Disiram Sambal Cobek yang Pedasnya Nampol 

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kian Melonjak, Pemerintah Berencana Beri Subsidi

"Kalau seperti ini terus, pasti gagal panen. Karena padi sudah terlihat kering dan kurus," ujarnya saat ditemui Jumat 31 Desember 2021.

Dirinya mengatakan untuk padi jenis Inpari 32 memang perawatannya sedikit susah.

Bahkan tidak boleh terus terkena air. Namun saat ini hujan kerap terjadi sehingga pupuk yang sebelumnya ditabur hilang.

"Kalau tidak curah hujan tinggi, sebenarnya hasilnya sangat bagus. Namun jika terus terjadi hujan, maka tumbuh padi pun tidak bagus," tegasnya.

Pria asal Banjar Tegehan, Desa Bongkasa itu mengakui dengan luas lahan 24 are biasanya ia mampu panen gabah sebanyak 24 karung.

Hanya saja jika kondisi padi seperti sekarang, maksimal gabah yang dihasilkan  hanya 8 karung.

"Jadi jeblok sekali jika gagal panen. Apalagi hama juga banyak, seperti tikus dan walang sangit," katanya sambil menunjuk padi yang terserang hama.

Untuk mengelola lahan seluas 24 are, pihaknya mengaku harus menyiapkan anggaran Rp 2 juta.

Semua itu digunakan untuk pembibitan, membeli pupuk, membajak sawah, menanam maupun panen.

Baca juga: UPDATE Kasus 12 Santri di Rudapaksa Herry Wirawan: Istri Alami Trauma, Bantu Rawat Anak Korban

Baca juga: SIMAK! Cara Mencairkan Bansos PKH Tahap 4 Cair Bulan Desember, Login ke cekbansos.kemensos.go.id

"Jika saya mendapat 8 karung, maka uang yang saya dapat sebesar Rp 1,6 juta. Mengingat harga gabah sekarang 4 ribu, dan satu karung isinya hanya 50 kg," bebernya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved